Search

Polda Jatim Tangkap Pengancam Menkopolhukam dan Ingatkan Jangan Ganggu Keamanan Jelang Pilkada

Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta . (Foto.Ist)

Surabaya, Reportasenews – Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember mendatang, Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Jawa Timur agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan.

Nico mengatakan perbedaan itu biasa dalam berdemokrasi. Jangan sampai perbedaan itu berujung pada perpecahan.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur agar dalam menentukan pilihan, tidak berdampak perpecahan. Perbedaan itu adalah hal yang biasa. Kita harus menyikapinya dengan bijak dan tetap menjunjung persatuan dan kesatuan,” ungkapnya. 

Persaudaraan, pertemanan dan hubungan bermasyarakat merupakan suatu hal yang utama dan saling menhormati satu sama lain meskipun pilihannya berbeda.

Ia juga berharap besar bahwa perhelatan politik akbar 9 Desember mendatang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ajang penyaluran aspirasi politiknya, sekaligus kesempatan untuk melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik. 

Namun karena Pilkada kali ini masih dalam suasana pandemi Covid, Nico mengingatkan agar protokol kesehatan harus dilakukan dengan lebih ketat.

” Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang sehat, dan mari kita bersama-sama ikuti protokol kesehatan  untuk mewujudkan pilkada yang aman, damai dan sehat. Hindari politik uang, dan kalau ada pelanggaran, laporkan kepada kami, dan pasti akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Pria berinisial AD yang mengancam akan membunuh Menkopolhukam Mahfud MD berhasil ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim .

Sementara itu terkait adanya ancaman seorang pria yang akan membunuh Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mohammad Mahfud MD yang terjadi di wilayah hukumnya, Kapolda Jatim, Inspektur Jenderal Nico Afinta  lansung bergerak cepat menangkap pelaku.

“Kami berhasil menangkap seorang pria berinisial AD. Dari keterangan tersangka, yang bersangkutan hanya ikut-ikutan saja dan merasa hal itu terjadi karena merasa dorongan terhadap kelompok yang dia ikuti,” ujarnya.

mengatakan, ancaman pembunuhan tersebut muncul pascaaksi sekelompok massa yang menggeruduk rumah orang tua dari Mahfud MD di Pamekasan, Madura.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa bukti rekaman yang berisi kalimat ancaman pembunuhan, serta pakaian yang digunakan tersangka.

Atas kasus tersebut, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 160 KUHP, Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 93 juncto Pasal 9 dengan ancaman penjara enam tahun.

Sebelumnya, pada 1 Desember lalu, rumah orang tua Menko Polhukam Mahfud MD digeruduk massa. Penggerudukan  ini diduga berkaitan dengan komentar Mahfud tentang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab.(RN)




Loading Facebook Comments ...