Search

Selama 10 Bulan, Ratusan Hektar Hutan dan Lahan Kosong Terbakar di Situbondo

Salah satu peristiwa kebakaran hutan di Situbondo.
Salah satu peristiwa kebakaran hutan di Situbondo.
Situbondo,reportasenews.com -Peristiwa kebakaran hutan dan lahan kosong marak di Kabupaten Situbondo pada musim kemarau tahun ini. Hingga awal Nopember 2019, tercatat ratusan hektar hutan jati dan lahan kosong di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur yang terbakar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Situbondo Gatot Trikorawan mengatakan, jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Situbondo tercatat terjadi di 30 titik dan  merata,  mulai dari ujung barat hingga ujung timur di Kabupaten Situbondo.
“Akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan kosong,  petugas dari BPBD Situbondo  pemadaman karhutla kewalahan, selain karena terkendala dengan medan karhutla yang sangat ekstrem, juga karena terbatasnya alat pemadam kebakaran,” kata Gatot Trikorawan, Selasa (5/11/2019).
Menurutnya, Pemkab Situbondo hanya mempunyai  tujuh armada  mobil pemadam kebakaran (Damkar). Dengan rincian,  satu unit siaga di wilayah barat (Kecamatan Besuki), satu unit di wilayah timur (Kecamatan Asembagus) dan lima unit Damkar siaga di wilayah kota.”Sehingga begitu ada peristiwa kebakaran, petugas Damkar langsung meluncur ke lokasi kejadian,”ujar Gatot Trikorawan.
Pria yang akrab dipanggil Gatot menegaskan, jika  ratusan hektare hutan dan lahan kosong yang terbakar pada tahun ini,   terjadi pada 30 titik di Kabupaten Situbondo dan tersebar disejumlah kecamatan di Kabupaten Situbondo.
“Namun, karena sebagian besar lokasi hutan jati yang terbakar itu lokasi bertebing dan terjal, sehingga kobaran api sulit untuk dipadamkan, sedangkan petugas yang datang ke lokasi kejadian, mereka  hanya memantau peristiwa kebakaran hutan jati tersebut,”bebernya.
Lebih jauh Gatot menambahkan, karena pada tahun ini, peristiwa kebakaran hutan dan lahan kosong marak, pihaknya meminta tambahan peralatan untuk memadamkan api termasuk penyedot air dan kendaraan pemadam kebakaran, yang nantinya bisa siaga di beberapa titik potensi kebakaran hutan, sehingga jika terjadi kebakaran hutan bisa segera diatasi.
“Sedangkan untuk personel di lapangan sudah dirasa cukup, karena selain kerap dibantu anggota kepolisian dan TNI, ada juga relawan yang selama ini turut membantu petugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan,”pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...