Search

127 Pekerja Migran yang Dideportasi Dipulangkan ke Daerah Asal Dengan  Protokol Kesehatan Covid 19

Seorang tentara marinir mengawasi jalannya proses keberangkatan para Pekerja Migran Indonesia, bertempat di Pelabuhan Dwikora Kota Pontianak Jalan Pakasih No 11, Kelurahan Mariana Kec. Pontianak Barat, Kota Pontianak Kalimantan Barat,. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Komandan Lantamal XII, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agus Hariadi yang diwakili oleh Asisten Operasi Danlantamal XII Kolonel Laut (P) Rizaldi,S.E. selaku Asops  Satgas Angkutan Laut mengawasi jalannya proses keberangkatan  para Pekerja Migran Indonesia, bertempat di Pelabuhan Dwikora Kota Pontianak Jalan Pakasih No 11, Kelurahan Mariana Kec. Pontianak Barat, Kota Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu, (30/05/2020).

Satgas Angkutan Laut Percepatan Penanganan Covid 19, Lantamal XII Pontianak yang diwakili oleh Asisten Operasi Danlantamal XII, Kolonel Laut (P), Rizaldi, S.E. mengatakan, PMI B yang dipulangkan ini dengan rincian dari data Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat berjumlah 31 orang namun yang tidak datang sebanyak 18 orang,  dan PMI B mandiri sebanyak 96 orang yang tidak hadir sebanyak 20 orang.

“Sejak tanggal 3 Mei 2020 hingga sekarang, jumlah PMI B yang dipulangkan ke daerah asalnya dari luar Kalimantan Barat berjumlah 478 orang PMI-B,” kata Rizaldi.
Pemulangan PMI-B ini sudah kelima kalinya sejak gelombang pemulangan atau pendeportasian dari Malaysia bergulir sejak awal Mei 2020.
Asisten Operasi Danlantamal XII, Kolonel Laut (P), Rizaldi menegaskan, prosedur dan mekanisme pemulangan PMI-B ini adalah yang dideportasi dari Malaysia sebelumnya di tampung di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat kemudian dicek kesehatan dan menunggu jadwal pemulangan.
“Semua dipulangkan sesuai protokol kesehatan Covid 19 sesuai ketetapan, sambil menunggu pemberangkatan menggunakan KM. Dharma Rucitra 9 Tanjung Perak dari keagenan Dharma Laut Utama,” tuturnya.
Rizaldi menjelaskan, semua pekerja migran Indonesia sebelum diberangkatkan atau naik ke kapal, wajib mengikuti protokol kesehatan Covid 19, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, rapid test, dan pemeriksaan data kelengkapan seperti kartu kuning dari Karatina Kesehatan Pelabuhan dan kartu identitas.
“Semua validasi atau pengecekan terakhir tentang data-data penumpang yang diberangkatkan, sehingga saat diberangkatkan, tidak ditemukan ada yang tidak sesuai dengan prosedur atau protokol ketetapan yang berlaku,” tegasnya.
Rizal kaget saat meninjau pemeriksaan data para PMI B ini masih banyak yang tidak memenuhi persyaratan untuk diberangkatkan sesuai dengan prosedur atau protokol kesehatan Covid 19. Data-data PMI B ini tidak sesuai dengan nama atau identitas sah dari yang bersangkutan, sehingga petugas harus kembali mencocokan data PMI B ini dengan keaslian dan keabsahan data tersebut, sehingga ini membuat sedikit kerepotan petugas.
“Seharusnya saat di penampungan sebelum diberangkatkan ke kapal, sudah diverifikasi atau di cek ulang untuk data penumpang atau PMI B yang diberangkatkan, sehingga tidak kesalahan lagi soal input data, karena singkronisasi data itu langsung diterima keagenan atau kapal untuk diberangkatkan, namun saat kita tinjuan langsung kesini ada sedikit kendala, ada data yang diterima itu ada perbedaan, karena itu kita pisahkan untuk melengkapi kembali persyaratan dan keberangkatan nya ditunda,” jelas Rizal.
Rizal menegaskan semua PMI B ini telah menjalani serangkaian pemeriksaan ketat kesehatan sesuai prosedur protokol kesehatan Covid 19, namun saat tiba di Pelabuhan Dwikora ini dan sebelum naik ke kapal, juga akan kembali menjalani rapid tes dengan screening awal adalah pemeriksaan suhu tubuh.
“Jika nanti terpapar virus Corona, maka penumpang atau PMI B ini akan dipisahkan dari rombongan dan kembali menjalani isolasi mandiri, tidak akan diberangkatkan manakala ditemukan reaktif Covid 19,” ujarnya.
Rizaldi menambahkan, setiap pemulangan PMI B yang telah dilakukan akan kembali dievalusi agar tidak terjadi kesalahan serupa terulang kedepan, karena kedepannya akan banyak lagi PMI B yang dideportasi dari Malaysia, dan Satgas Angkutan Laut Percepatan penanganan Covid 19 juga dalam hal ini Lantamal XII Pontianak siap membantu angkutan kapal, sesuai dengan petunjuk atasan TNI AL siap melakukan pemulangan PMI B sesuai prosedur protokol kesehatan Covid 19 yang ditetapkan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur yang tergabung dalam satgas Penanganan Pekerja Migran Indonesia, antara lain,  Kadiskes Lantamal XII Letkol Laut (K) drg. Heru Subagyo, Sp.Pros, Paban Ops Lantamal XII Mayor Laut (KH) Santana Dipura, S.H., POM TNI Angkatan Laut Lantamal XII Pontianak, KP3L Polresta Pontianak, KPLP Pontianak, Pelindo kota Pontianak serta KSOP kota pontianak.

Jumlah Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan dengan menggunakan KM. Dharma Rucitra 9, yaitu sejumlah 127 orang terdiri dari 31 orang dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, 96 orang yang merupakan PMI mandiri. (das)




Loading Facebook Comments ...