Search

142 orang PMI B Dideportasi dari Malaysia Langsung Jalani Rapid Test Setiba di Pontianak

Para pekerja migran Indonesia menjalani Rapid test . (foto:das)
Para pekerja migran Indonesia menjalani Rapid test . (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com –  Sebanyak 142 orang pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural atau bermasalah kembali dideportasi Pemerintah Malaysia di tengah pandemi Corona, Rabu (20/5/2020). Para PMI-B ini dipulangkan karena bermasalah tidak memiliki paspor sebanyak 24 orang dan tidak memiliki Permit sebanyak 118 orang.

Pemulangan terhadap 142 orang PMI-B dari Depot Imigresen Semuja melalui melalui PLBN Terpadu Entikong Kecamatan, Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kombes Pol Erwin Rachmat mengatakan Pemulangan PMI-B ini telah mencapai 1.355 orang dan ini adalah pemulangan PMI B yang kesekian kalinya sejak Maret hingga Mei 2020.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Konsulat jenderal RI di Kuching, tentu kita semua berharap tidak ada lagi PMI yang dipulangkan, tentunya setelah dipulangkan, PMI-B ini harus mengikuti protokol kesehatan Covid 19 yang ketat,” tegas Erwin di kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Rabu malam.

Erwin menjelaskan sebelum tiba di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, PMI-B ini telah melewatiPLBN (Pos Lintas Batas Negara) Terpadu Entikong Kecamatan  Entikong Kabupaten Sanggau selanjutnya

pada pukul 13.45 WIB, di Gedung PLBN Entikong  dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Karantina Kesehatan Entikong.

“Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan suhu tubuh, pemberian hand sanitizer atau cairan antiseptik tangan dan penyemprotan cairan disinfektan ke barang – barang milik PMI B ini,” jelasnya.

Erwin menyebutkan untuk saat ini hasil pemeriksaan terhadap 142 orang PMI-B dengan alat ukur di suhu tubuh tidak ditemukan suhu tubuhnya melebihi batas maksimum Covid 19.

“Jumlah PMI-B yang dideportasi dari Depot Imigresen Semuja Malaysia sebanyak 142 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 116 orang, dan Perempuan sebanyak 26 orang,” ungkapnya.

Untuk asal daerah PMI-B yang di deportasi dari negara Malaysia adalah sebagai berikut adalah Kalimantan Barat 83 orang, Sulsel 18 orang, Jateng 3 orang, Jabar 4 orang, Sulbar 4 orang, NTT 5 orang,  NTB : 9 orang, Sumut 1 orang, Sulteng 2 orang, Lampung  1 orang, Jatim  12 orang.

Setelah melewati beberapa pemeriksaan para PMI-B sebanyak 142 orang dari Depot Imigresen Semuja Malaysia tersebut di berangkatkan ke Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan ulang sekaligus rapid test.

“Rapid test ini untuk memastikan kondisi kesehatan para PMI-B ini benar benar sehat, tidak terpapar Covid 19,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Jalil Muhammad.

Jalil Muhammad menegaskan pemeriksaan kesehatan bagi para PMI B ini terbilang sangat ketat karena mereka akan dikembalikan ke daerah asalnya harus benar benar sehat sehingga tidak menimbulkan kekuatiran bagi keluarganya di kampung halamannya tertular virus Corona. Selama berada di kampung halamannya, para PMI B yang sudah melewati pemeriksaan protokol kesehatan Covid 19 juga dibekali surat kesehatan dan diwajibkan Karatina mandiri selama 14 hari. (das)




Loading Facebook Comments ...