Selasa, 17 Januari 2017

Lagi, 173 WNI Dideportasi Dari Arab Saudi

Lagi, 173 WNI Dideportasi Dari Arab Saudi

JEDDAH RN.COM – Sebanyak 173 WNI Jumat malam (9/9), kembali dideportasi dari Arab Saudi menggunakan Maskapai Saudia SV816.

Mereka terdiri dari laki-laki dewasa, perempuan dewasa dan anak-anak yang sebelumnya ditahan di Tarhil (Pusat Ditensi Imigrasi) Shumaisi karena melanggar keimigrasian.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuki musim haji, KJRI Jeddah membentuk tim khusus untuk menangani WNI overstayer dan TKI tak-berdokumen yang jumlahnya meningkat tajam akibat  razia besar-besaran yang digelar Aparat keamanan  Arab Saudi.

Tim ini ditugasi khusus melakukan pendataan di Tarhil, memproses dokumen Surat Perjalanan Laksana Pasport (SPLP) dan berkoordinasi dengan Otoritas Jawazat (imigrasi Arab Saudi) di Tarhil Shumaisi dalam hal peneribitan exit permit.

“Meskipun saat ini Arab Saudi tengah sibuk dengan persiapan wukuf di Arafah, KJRI Jeddah tetap bekerja untuk mempercepat proses pemulangan saudara-saudara kita yang ditahan di Tarhil Shumaisi,” ujar salah seorang Pejabat Fungsi Konsuler.

173 WNI ini adalah mereka  yang telah berada di Tarhil saat kebijakan denda 10 ribu hingga 15 ribu riyal dan sanksi kurungan bagi warga negara asing ilegal mulai diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Namun, mereka kemudian memperoleh dispensasi atas upaya KJRI Jeddah melakukan pendekatan kepada instansi berwenang Arab Saudi.

“Termasuk dalam rombongan 173 orang ini, adalah mereka yang masuk ke Arab Saudi dengan visa umrah kemudian menetap hingga melebihi masa izin tinggal (overstay) sampai datangnya musim haji. Selain itu, ada pula beberapa WNI yang ditangkap karena bekerja sebagai tukang pijat ilegal,” ungkap Pejabat Fungsi Konsuler yang identitasnya tidak ingin diungkap.

Menurutnya lagi,  semula rombongan WNI yang dideportasi Jumat malam berjumlah 171, namun kemudian terdapat susulan 2 orang dari Tarhil Shumaisi, sehingga menjadi 173 orang. Mereka diterbangkan dengan pesawat Saudia Airlines SV816 yang berangkat dari Arab Saudi pada pukul 21:00 WAS dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada hari Sabtu (10/9) pukul 11:00 melalui terminal 2.

“Jadi, hingga hari ke-9 bulan September 2016, sebanyak 383 WNI overstayer dan TKI undocumented  telah dipulangkan melalui Tarhil Shumaisi,” Kata pejabat tersebut.

Seperti  diberitakan sebelumnya bahwa aparat keamanan Kota Suci Mekkah Al-Mukarramah Rabu silam menggerebek sebuah rumah yang berisi sebanyak 191 WNI di daerah Syisyah yang berdekatan dengan Mina.

Di hari yang sama aparat keamanan juga melakukan razia di kawasan lainnya di Mekkah sehingga dalam sehari WNI yang dimasukkan ke Tarhil Shumaisi mencapai lebih dari 200 orang.

Jumat subuh (9/9) aparat keamanan kembali menggerebek sebuah rumah di daerah yang sama, yaitu Syisyah, dan mengamankan sebanyak 18 WNI.

“Saya di situ sudah 17 hari, Pak, bersama teman-teman lainnya. Semua yang diangkut ada 18 orang dengan anak kecil. Tadinya yang punya iqamah (kartu izin tinggal) juga diangkut tapi dilepas di Kudai,” tutur Supiatun Rahem dari Tarhil Shumaisi yang sempat dihubungi KJRI Jeddah Jumat sore.

Dia bersama sejumlah rekan WNI lainnya berangkat dari Jeddah dan melintas ke Mekkah jauh-jauh hari saat pemeriksaan di sejumlah checkpoint tidak begitu ketat.

Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah yang jatuh pada hari Ahad, 11 September, Pasukan keamanan Arab Saudi mengintensifkan operasi penangkapan terhadap siapa saja yang hendak melakukan ibadah haji tanpa tasreh atau izin resmi yang dikeluarkan Kementerian Haji Arab Saudi.

Diantaranya,  melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan yang membawa penumpang di sejumlah pintu masuk ke kawasan Tanah Suci Mekkah, razia penangkapan terhadap penyelenggara haji lokal abal-abal, menyita kendaraan yang mengangkut penumpang ilegal (tidak berdokumen), dan merazia rumah-rumah yang dicurigai menampung warga ilegal.(afc/eh)

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel Reportase News. Untuk mendapatkan informasi terupdate, silakan berlangganan newsletter kami melalui kolom email di bawah ini.

No Responses

Loading Facebook Comments ...