Rabu, 18 Januari 2017

Setahun Beroperasi, Pabrik Jamu Ilegal Digrebeg Petugas

Setahun Beroperasi, Pabrik Jamu Ilegal Digrebeg Petugas
Petugas BBPOM grebeg pabrik jamu ilegal

BANYUMAS, RN.COM – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggerebek pabrik pembuat jamu ilegal di Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (20/9). Selain pabrik,  BBPOM  juga merazia toko di Kemranjen, Banyumas, yang menjual produk jamu ilegal tersebut.

Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati mengatakan penggrebegan pabrik jamu ilegal tersebut bermula dari pengawasan di lapangan.

“Kami menemukan adanya jamu yang dipasarkan namun tidak memiliki izin. Setelah diselidiki, kami menemukan pabrik yang berlokasi di Desa Adisana ini. Selain itu, ada toko yang dipakai untuk menjual serta menyetok Bahan Kimia Obat (BKO),” kata Endang di lokasi penyitaan.

Di pabrik tersebut, petugas BPPOM menyita berbagai jenis jamu BKO berbagai merek, di antaranya Amuralin yang merupakan jamu sakit gigi, asam urat, pegel linu, chikungunya, dan nyeri tulang. Kemudian ragel yang merupakan jamu asam urat, serta Kuda Liar Sumbawa yang disebut sebagai jamu kesehatan pria dan wanita.

“Jenis jamu yang kami sita ternyata mengandung BKO. Kami masih mendata berapa jumlahnya dan mereknya apa saja. Belum rampung,” tambahnya.

BBPOM juga menyita empat unit alat pembuatan jamu tradisional. Sedangkan untuk jenis-jenis BKO yang ditemukan di antaranya adalah amoxilin, asamat mefenamat, antalgin serta jenis-jenis obat keras lainnya.

“Jenisnya kapsul dan serbuk, seluruhnya kami sita untuk dibawa ke Semarang. Tersangkanya adalah S, warga Purwokerto. Kami nanti akan memeriksa yang bersangkutan,” tutupnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, pabrik yang berada di tengah permukiman penduduk ini sudah beroperasi sejak setahun silam.(ks)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel Reportase News. Untuk mendapatkan informasi terupdate, silakan berlangganan newsletter kami melalui kolom email di bawah ini.

No Responses

Loading Facebook Comments ...