Search

252 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi Malaysia Jalani Pemeriksaan Covid 19 di Pontianak

Para pekerja migran yang dipulangkan Malayisa saat menjalani pemeriksaan kesehatan. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com -Ditengah pandemi Corona, Pemerintah Malaysia kembali memulangkan 252 pekerja migran Indonesia melalui pos lintas batas negara ( PLBN) terpadu Entikong, Kalimantan Barat, Kamis (23/4). Para pekerja migran yang baru pulang kampung ini langsung diperiksa kesehatannya sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid 19.

Pemulangan pekerja migran Indonesia melalui jalur darat perbatasan Sarawak, Malaysia dengan Sanggau, Kalimantan Barat ini secara total berjumlah 665 orang  sejak 18 Maret 2020 dimana pemerintah Malaysia melakukan lockdown negara nya untuk mencegah dampak lebih luas penularan Covid 19.

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Erwin Rachmat, saat menerima langsung Pemulangan pekerja migran di halaman Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (23/4) malam.

Erwin mengatakan, pemulangan pekerja migran Indonesia ini sesuai surat Konsulat jenderal RI di Kuching yang diterima pihaknya yang mengabarkan adanya pemulangan atau deportasi  dari Imigresen Malaysia Depot Bekenu sebanyak 240 orang, dari Imigresen Malaysia depot Semuja sebanyak 6 orang dan  Repatriasi sebanyak 6 orang yang diangkut dengan mengunakan 8 unit Bus serta dikawal langsung oleh pihak KJRI Kuching dan Imigresen Malaysia Depot Semuja serra difasilitasi penanganannya oleh CIQS, Polsek dan P4TKI Entikong.

“Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang di deportasi dan di repatriasi melalui PLBN terpadu Entikong sebanyak 252 orang,” bebernya.

Sebanyak 252 orang ini terdiri dari laki laki berjumlah 210 orang dan perempuan  berjumlah 42 orang.

“Sebagian besar pekerja migran yang dideportasi berasal dari Kalimantan Barat, namun mereka yang berasal dari luar provinsi Kalimantan Barat untuk sementara ditampung di shelter Dinas Sosial dan pemulangannya ke daerah asalnya akan melalui kapal laut, mekanisme pemulangannya ditangani langsung Dinas Sosial,” jelasnya.

Asal Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang di dideportasi dan di repatriasi dari negara Malaysia adalah sebagai berikut Kalimantan Barat  104 orang, Jawa Timur 80 orang, Jawa Barat 10 orang, Nusa Tenggara Barat  11 orang, Sulawesi Selatan 10 orang, Sulawesi Tenggara 1 orang, Jawa Tengah  8 orang, Sulawesi Tenggara 4 orang,  Sumatera Utara : 1 orang, Bangka Belitung 1 orang, Jambi 1 orang,  Kalimantan Tengah  1 orang, Kepulauan Riau 3 orang, Lampung 1 orang, Nusa Tenggara Timur 4 orang, Riau  1 orang dan Sulawesi Barat 11 orang.

“Kasus pekerja Migran Indonesia (PMI) ini bermacam macam, mereka ditangkap polisi Malaysia dari berbagai razia yang dilakukan, dan menjalani masa hukuman sesuai pelanggaran nya,” terangnya.

Dirincikannya, pelanggaran pekerja migran ini meliputi tdak memiliki paspor 25 orang, tidak memiliki permit 221 orang, ikut orang tua  5 orang, dan satu orang alami gangguan kejiwaan.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, seluruh pekerja migran ini telah tiba di Pontianak, dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan ketat sesuai dengan protokol kesehatan Covid 19, jika ditemukan dalam kondisi sakit penanganannya langsung diserahkan ke Dinas Kesehatan, dan semuanya masih berjalan pendataan ulang, dan dari Kalbar jika semuanya sehat bisa dikembalikan ke keluarganya,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...