Search

3 Dokter dan 5 Perawat RS Kharitas Bakti Negatif Corona Usai Rawat Pasien Positif Corona

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat, Harisson. (foto:das)
Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat, Harisson. (foto:das)

Pontianak, reportasenews – Dokter dan perawat di Rumah Sakit Kharitas Bakti yang melakukan perawatan seorang pasien terjangkit virus Corona (COVID 19) dinyatakan negatif terpapar virus Corona. Hasil pemeriksaan ini diketahui  setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium COVID 19, dari 32 orang medis dan non medis yang diperiksa, delapan orang dinyatakan negatif.

“Kemarin setelah ditemukan adanya pasien positif COVID 19 yang dirawat di Rumah Sakit Kharitas Bakti, tim kami langsung meminta 32 orang paramedis dan non medis diisolasi mandiri dan diambil swab tenggorokannya, hasilnya 3 dokter dan 5 perawat negatif COVID 19, dan kita berharap yang lainnya juga negatif,” kata Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Senin (23/3) di ruang kerjanya.

Harisson menjelaskan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 22 orang medis dan non medis Rumah sakit Kharitas Bakti.

Sebelumnya, kasus pertama COVID 19 di Pontianak diketahui setelah pihak Rumah Sakit Kharitas Bakti mengkonfirmasi seorang pasien laki laki berusia 34 telah terpapar virus Corona. Hasil penelusuran, diketahui pasien ini pulang dari perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Pasien ini langsung dirujuk ke ruang isolasi Rumah Sakit umum daerah dr. Soedarso Pontianak, dan pasien saat ini menunjukan perkembangan kondisi kesehatan yang baik.

Namun menyusul ditemukan pasien Covid 19 di rumah sakit Kharitas Bakti, manajemen rumah sakit ini mengambil sejumlah langkah pencegahan.

Salahsatunya, para medis dan non medis yang kontak langsung dengan pasien positif Corona yang mulai dirawat pada tanggal 04 Maret sampai 10 Maret 2020 di Rumah Sakit Kharitas Bakti, langsung diisolasi mandiri dan diperiksa swab nya ke laboratorium Balitbangkes Jakarta.

Langkah pencegahan lainnya, Rumah Sakit Kharitas Bakti langsung melakukan pengosongan seluruh ruang perawatan dan menghentikan sementara operasional rumah sakit sampai batas yang belum ditentukan menunggu supervisi Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

Penghentian sementara operasional Rumah Sakit Kharitas Bakti ini untuk memudahkan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh, demi keselamatan pasien dan keselamatan masyarakat. (das




Loading Facebook Comments ...