Search

3 Guru Terkonfirmasi Positif, Sekolah Tatap Muka di Kalbar Ditunda

Hasil swab dan rapid test terhadap guru dan peserta didik serta staf di sekolah  dinyatakan 3 guru terkonfirmasi positif Covid 19. (foto:das)
Hasil swab dan rapid test terhadap guru dan peserta didik serta staf di sekolah dinyatakan 3 guru terkonfirmasi positif Covid 19. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membatalkan dimulainya Sekolah Tatap Muka pada awal Agustus 2020. Ini setelah hasil swab dan rapid test terhadap guru dan peserta didik serta staf di sekolah dalam rangka persiapan sekolah tatap muka, dinyatakan 3 guru terkonfirmasi positif Covid 19.

Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji untuk sekolah menengah atas/ sekolah menengah kejuruan sederajat di Kalimantan Barat pada 3 Agustus 2020 belum bisa masuk sekolah.

Bahkan ia merencanakan akan memanggil seluruh kepala SMA/SMK pada tanggal 4 Agustus 2020.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson menambahkan hanya kabupaten/kota yang masuk zona hijau yang boleh tatap muka. Itu pun harus ada prosedur yang ketat. Seperti harus ada izin dari Pemda atau Kanwil atau Kantor Kementerian Agama setempat. Selain itu, kara Harisson, satuan pendidikan harus memenuhi persyaratan kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan Kementerian Kesehatan. Serta syarat lainnya adalah harus ada persetujuan dari orangtua untuk pembelajaran tatap muka.

“Jadi sesuai dengan keputusan bersama menteri kesehatan dan menteri pendidikan, menteri agama dan menteri dalam negeri, hanya daerah zona hijau atau daerah yang tidak terdampak yang boleh melaksanakan sekolah tatap muka. Nah untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan tatap muka ini disamping zona hijau ada persyaratan lain, Kankanwil Kemenag atau pemerintah harus ada izin serta satuan pendidikan harus memenuhi standar kesiapan proses mengajar secara tatap muka termasuk harus ada persetujuan dari orang tua dalam proses belajar mengajar tatap muka ini,” jelas Harisson.

Harisson menjelaskan, sejak satu pekan terakhir pihaknya dengan dinas kesehatan kabupaten/ kota sudah melalukan pengambilan swab kepada guru dan rapid test kepada murid murid di beberapa sekolah.

“Semua hasil pengambilan swab dan rapid test ini diperiksa dengan menggunakan metode real time PCR di laboratorium rumah sakit Universitas Tanjungpura. Dari beberapa sekolah ternyata ada beberapa guru yang positif Covid 19. Nah ini mungkin menjadi salahsatu bahan pertimbangan sehingga kita belum melaksanakan sekolah Tatap muka,” bebernya.

Meski nanti persyaratan sekolah telah dipersiapkan dalam pencegahan penularan Covid 19, lanjut Harisson, mala pelaksanaan sekolah tatap muka pun dilaksanakan secara bertahap melalui dua fase.

Sementara pada Sabtu (1/8/2020) Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat kembali melakukan pemeriksaan swab dan rapid test di SMA Negeri 4 Pontianak. Di sekolah ini, jumlah ASN Guru yang diperiksa sebanyak 32 orang, dan honorer guru 24 orang, ASN tata usaha 2 orang, honorer Tata Usaha 12 orang, sementara yang 7 orang tidak hadir akan menjalani swab di laboratorium kesehatan daerah Provinsi Kalimantan Barat, diantaranya 3 di swab di tempat lain dan 4 orang tidak datang.

Untuk siswa kelas XII terdapat 302 orang, namun yang diperiksa sebanyak 285 orang dan yang tidak hadir 17 orang. Pelaksanaan swab dan rapid ini dilakukan pada pukul 08.00 WIB dan berjalan lancar, dan hasil pemeriksaan swab diperkirakan hasilnya baru diketahui dua sampai tiga hari kedepan. (das)




Loading Facebook Comments ...