Search

36 Longsor Terjadi di Depok

salah satu longsor  di Depok
salah satu longsor di Depok

Depok,reportasenews.com  – Pemerintah Kota Depok mencatat 36 bencana longsor terjadi dalam kurun waktu tiga hari terakhir, Minggu hingga Selasa (28/1). Bencana itu terjadi setelah hujan deras berlangsung.

Dari jumlah tersebut paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Limo, Kota Depok, yakni 20 kasus. Sedangkan 16 bencana lagi tersebar di sembilan kecamatan lainnya.
Hal tersebut diutarakan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Deni Setiawan di kantornya, Selasa (28/1/2020).
Menurutnya, longsor yang terjadi dari Minggu hingga Selasa (28/1) itu dikarenakan hujan deras. Longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipayung dan Limo disebabkan banyak bangunan berdiri di tebing kali atau sungai. “Selain hujan lebat untuk di Kecamatan Cipayung dan Limo ialah sejumlah bangunan yang dibangun di tepi atau sebadan kali,” ujarnya.
Banyaknya bangunan yang berdiri di tepi atau sepadan kali, kata Deni, dapat memicu pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor. Curah hujan mempercepat terjadinya longsor.
Pada pergantian tahun 2020, masih kata dia, wilayah Cipayung dan Limo merupakan yang terbanyak mengalami longsor. “70 persen dari 100 bencana di Januari 2020, terjadi di dua wilayah tersebut,” ungkapnya.
Untuk menunggu perbaikan secara permanen, pihaknya akan mengerahkan 130 satgas tanggap bencana PUPR Kota Depok ke 36 titik bencana dan sejumlah alat berat. “Satgas tanggap bencana telah mengangkat 50 persen material tanah dan turap-turap roboh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sumber Daya Air PUPR Kota Depok Bachtiar Ardiansyah meminta warga yang khusus tinggal di bantaran kali, sungai, dan perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...