Search

Pembebasan Lahan Tol Gempas Segera Tuntas

Pembangunanjalan tol Gempol-Pasuruan. (foto:ist)
Pembangunanjalan tol Gempol-Pasuruan. (foto:ist)

Pasuruan, reportasenews.com – Progres pembebasan lahan untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Gempol – Pasuruan (Gempas), yang memiliki panjang 37,15 kilometer (Km) ini sudah mencapai 90 persen lebih, dipastikan akan rampung akhir tahun ini, setelah pembebasan lahan mulai tuntas dilakukan di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Untuk realisasi pembangunan Tol Gempas sesuai dengan perencanaan yakni membutuhkan 5.354 bidang. Dari jumlah tersebut, masih tersisa 178 bidang yang belum bisa dibebaskan hingga sekarang. Sisanya sudah dibebaskan dan sebagian sudah di bangun beberapa waktu lalu. Pembangunan tol ini terbagi menjadi 3 seksi dalam pengerjaannya.

Untuk seksi 1A dan 1B, pengerjaannya sudah rampung dan ruas jalan tolnya bisa dilalui. Sementara di seksi 2 Rembang-Pasuruan sepanjang 8,1 km, semua lahan sudah dibebaskan dan tinggal proses pengerjaan fisiknya. Untuk seksi 3 Pasuruan-Grati, sepanjang 12,15 km, masih dalam proses pembebasan lahan dan tersisa 178 bidang yang belum dibebaskan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Gempas dari Kementrian PUPR, Puguh mengatakan, untuk 178 bidang ini masih terkendala.”Namun yang menjadi masalah karena ada beberapa pihak yang menolak soal harga pembebasan lahan. Ada juga yang tanahnya bermasalah, seperti masih sengketa, atau hak waris, dan lainnya,” paparnya, pada wartawan, Minggu (15/4/2018).

Meski demikian, pihaknya menargetkan, pada akhir April nanti semua tanah yang terdiri dari sejumlah bidang yang belum bisa dibebaskan itu sudah bisa dibebaskan. Ia mengaku sudah meminta bantuan dan support dari Pemerintah Kabupaten dan Kota Pasuruan untuk membantu proses negoisasi pembebasan lahan tersebut agar secepatnya terselesaikan.

“Kalau tidak bisa, kami menyerahkan semuanya ke masyarakat. Mereka mau gugat silahkan. Prinsipnya, kami menentukan harga sesuai aturan. Tim apprasial ini sudah melakukan penafasiran sesuai dengan undang-undang. Jika harga yang kami tawarkan tak sesuai keinginan mereka silahkan menempuh jalur hukum,” tandasnya.

Puguh menjelaskan, bahwa ada jalurnya untuk menggugat terkait hal ini yakni melakukan gugatan lewat Pengadilan Negeri (PN) setempat sesuai dengan lokasi yang dipermasalahkan. Bahkan, dari 178 bidang itu ada delapan bidang yang sudah melalukan konsinyasi. Kata dia, kasus sudah masuk di dalam pengadilan. Saat ini, tinggal menunggu proses jadwal sidangnya.

“Sisanya juga sudah ada pemberkasan. Bahkan sebagian warga sudah ada yang mau menerima kesepakatan harga tersebut. Prinsipnya, kami akan melakukan percepatan untuk membebaskan lahan tol ini agar secepatnya pembangunannya selesai. Karena tahun depan tol Gempas harus tuntas dan sudah menyambung dengan Tol Paspro,” jelas Puguh.

Ditambahkan Puguh, kalau semua lahan di seksi 3 sudah bisa dibebaskan dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama pemegang proyek tol ini, Transmarga Jatim akan melakukan percepatan pembangunan fisiknya. Bahkan, lanjut dia, ada tiga rekanan dari BUMN  yang akan bersama-sama untuk mengerjakan pembangunan fisik di seksi 3 ini.

“Pemenang tandernya memang Transmarga Jatim, namun di seksi 3 ini, akan diserahkan ke tiga BUMN, yakni WIKA, PP, Adhikarya. Tujuannya, agar ada percepatan pembangunan. Jadi tiga perusahaan besar ini akan mempercepat pembangunan di seksi 3, sehingga diharapkan cepat tuntas,” pungkasnya. (abd)




Loading Facebook Comments ...