Search

Cornelis: Menang dan Kalah itu Biasa dalam Pertarungan

Ketua DPD PDIP Kalbar, Cornelis menanggapi hasil hitung cepat dan aksi massa di Ngabang dalam jumpa pers kepada wartawan. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com –  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Cornelis mengelar jumpa pers di sekretariat DPD PDI P Kalimantan Barat di Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, Sabtu (30/6) kemarin.

Menanggapi hasil hitung cepat atau Quick Count dari Lingkar survei Indonesia (LSI) dan Poltracking dimana pasangan nomor urut 2, Karolin Margaret Natasa – Suryadman Gidot, yang diusung partainya kalah sekaligus meredam aksi massa tidak kembali terjadi.

Menurut hasil Quick Count LSI Denny JA, perolehan suara di Pilkada Gubernur Kalimantan Barat  Kalbar 2018 adalah pasangan nomor urut 3 yakni Sutarmidji – Norsan memperoleh suara sekitar  54.1%, diikuti pasangan nomor urut 2 yakni Karolin  Margaret Natasa – Suryadman Gidot memperoleh suara sekitar 38.6% dan pasangan nomor urut 1, Milton Crosby  – Boyman memperoleh suara sekitar  7.2%.

“Saya sih biasa-biasa saja, kami orang PDIP perjuangan itu biasa, kami petarung kok, tidak ada apa-apanya. Cuma yang ngajak ribut bukan kami, mereka-mereka  di media sosial. Ini yang membuat hal, saya sih bisa menahan diri, tetapi pengikut saya ini bukan di Kalimantan Barat, saya juga selaku presiden Majelis Dayak nasional,” kata Cornelis saat ditanya wartawan menanggapi hasil hitung cepat ini.

Mengenai aksi yang dilakukan sekelompok massa di Pasar Ngabang, Jumat (29/6), Cornelis meminta semua pihak tetap menjaga keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Tidak terpancing dan terprovokasi.

“Terus terang saja, kami tidak ada bunyi-bunyi, tidak ada memerintah kan demo-demo segala macam. Karena kami tahu, sadar, bahwa hidup di dunia ini yang paling nyaman adalah aman dan damai, itu enak. Dibanding kan perang tak perang, kayak Suriah, emangnya nyaman. Makanya saya tidak komentar apapun, biarpun dihina dan dicaci maki, di tantang tantang sama siapa. Saya tidak bereaksi, tidak kami bergerak, makanya mereka tidak tahan lagi, yang medsos itu menahan diri. Kalau merasa dirinya pemimpin, bisa mengendalikan yang dipimpin. Kalo saya sendiri, pengikut saya jutaan, bukan saya sendiri. Kalau satu dua orang sih, nyaman ngurusnya,” tegasnya.

Soal siapa pemenang dan yang kalah dalam Pilkada Gubernur Kalimantan Barat, secara resmi belum diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun pihaknya tetap menempuh jalur hukum, jika hasil perolehan suara nanti secara hitung manual tetap kalah. Karena dari proses pemungutan suara hingga rekapitulasi suara saat ini masih banyak ditemui pelanggaran.

“Dan itu kita semua  sudah laporkan ke penegak hukum, baik itu ke Bawaslu dan polisi. Kita tetap melalui jalur hukum. Kalau  itu ribut-ribut dikit di Ngabang landak, mereka hanya melampiaskan emosi, bukan soal akibat kalah, kalah dan menang dalam pertarungan itu biasa. Aku gak pernah liat medsos sih, karena aku gak punya FB. Udah ada himbauan dari Kapolda, Pangdam dan Kesdam, saya gak ada perintah kemana-mana, soalnya saya tahulah, yang namanya rusuh itu capek,” bebernya.

Sementara pada hari yang sama, pukul 14. 40 wib bertempat di Citra Resto Melody Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak digelar tatap muka Kapolda Kalbar dan Pangdam XII Tanjungpura dengan para tokoh masyarakat, agama dan tokoh adat.

Acara tatap muka ini juga dihadiri Danrem 121 ABW, Kepala BIN Daerah Kalbar, Bupati Landak, Kapolres Landak, Dandim 1201 MPW serta Danyon Armed 16 Komposit.

Dalam sambutanya, Bupati Landak, Karolin Margaret Natasa meminta semua pihak  bersama-sama harus menjaga situasi dan kondisi di wilayah Kabupaten Landak.

“Saya meminta tolong untuk mendatangi kepada tim sukses supaya tidak menyebarluaskan hasil dari perolehan cepat tenang-tenang saja di rumah, jangan memprovokasi,” kata Karolin.

Karolin juga meminta kepada awak media supaya berhati-hati dalam menulis berita baik di media maupun surat kabar.

Selanjutnya acara ditutup dengan doa bersama dan selesai pada pukul 15.00 WIB. (das) 




Loading Facebook Comments ...