Search

42 Anak Jalanan Dianggap Meresahkan Dievakuasi ke Rumah Singgah Dinsos

Para anjal masih usia sekolah yang mendapat pembinaan di rumah Singgah Dinsos Kabupaten Pasuruan. (Foto : abd)
Para anjal masih usia sekolah yang mendapat pembinaan di rumah Singgah Dinsos Kabupaten Pasuruan. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Sebanyak 42 anak jalanan (anjal) yang masih usia sekolah, dievakuasi petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah diamankan di jalan arteri bundaran Apollo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, sejak Senin (22/4/2019) siang. Mereka terpaksa dievakuasi, lantaran kerap mengganggu para pengendara di jalur padat kendaraan itu.
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan, Gunawan Wicaksono mengatakan, evakuasi pada 42 anjal, karena untuk antisipasi merebaknya kenakalan anak yang banyak terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan.”Mereka kami evakuasi setelah kita banyak menerima laporan atas keberadaan mereka di area bundaran Apollo Gempol,” paparnya, Kamis (25/4/2019).
Menurut dia, para anjal yang rata-rata berumur 14 hingga 18 tahun ini, keberadaan mereka cukup meresahkan para pengendara yang lewat di lokasi jalan arteri di seputar Apollo.”Mereka kebanyakan kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya, juga tak ada keharmonisan di rumahnya (broken home). Sehingga mereka meluapkannya dengan mengamen di tempat arus lalu lintas yang cukup padat,” ujar Gunawan.
Selain itu, lanjut Gunawan, upaya evakuasi ini sekaligus untuk mengantisipasi kenakalan remaja dari perbuatan pergaulan bebas, pemakaian narkoba, ngelem, dan pencurian yang bisa mengarah pada tindakan pidana. Selain itu, pihaknya berharap pada para orang tua, pihak keluarga untuk lebih memperhatikan terhadap putra-putrinya terkait pergaulannya selama ini.
Selama dikarantina di rumah Singgah Dinsos ini, para anjal tersebut mendapatkan pembinaan untuk tidak mengulangi lagi sebagai anjal, kemudian di pulangkan ke daerah asalnya berkoordinasi dengan Dinsos setempat dimana mereka tinggal. Dari 42 anjal, diantaranya 6 perempuan dan 36 laki-laki itu, berasal dari Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jember, Tuban, Ponorogo, Lamongan dan Aceh. (abd)



Loading Facebook Comments ...