Search

43 Petugas Bandara Internasional Supadio Reaktif Covid 19 Hasil Rapid Test

Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto:das)
Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto:das)

Kubu Raya,  reportasenews.com – Sebanyak 43 petugas di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kubu Raya, Kalimantan Barat terkonfirmasi reaktif berdasarkan hasil rapid test. Rapid test ini digelar oleh Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat, melalui UPT Kesehatan Kerja dan Olahraga Masyarakat yang digelar dua hari,  pada tanggal 18 sampai 19 Mei 2020.

Sebanyak 101 personil diambil sampelnya untuk diuji, dengan hasil 43 terkonfirmasi reaktif dan 58 terkonfirmasi non reaktif.

Sesuai protokoler yang ditetapkan maka sebanyak 43 personil tersebut akan dilanjutkan untuk pengambilan swab tes di UPT Laboratorium Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat.

Sebelum pengambilan swab, Manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Supadio juga telah bekerjasama secara korporasi dengan Labklinik Mitra Rujukan Perusahaan untuk melaksanakan rapid tes ulangan. Hasilnya seluruh personil yang di tes pada tanggal 19 Mei 2020 terkonfirmasi non reaktif.

Ditempat yang berbeda, pelaksanaan rapid tes lanjutan di UPT Laboratorium Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat terkonfirmasi 5 personil reaktif.

Sedangkan untuk pelaksanaan swab tetap dilakukan secara keseluruhan kepada 43 personil.

Executive General Manager Bandara Internasional Supadio, Eri Braliantoro, menegaskan, PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio akan fokus untuk mengikuti dan menjalankan seluruh tahap dari protokoler yang diterapkan oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan.

“Apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Propinsi, Dinas Kesehatan dan UPT Kesehatan Kerja dan Olahraga Masyarakat yang telah memfasilitasi rapid tes ini. Seperti kita ketahui bersama, petugas sektor pelayanan publik seperti bandara memiliki resiko yang cukup besar untuk terpapar. Dan pemeriksaan rapid tes ini lumrah dilakukan sebagai proteksi personil,” tegas Eri Braliantoro.

“Kita akan jalani proses dan tahapannya satu-persatu tanpa terkecuali. Saat ini kita fokus menunggu hasil swab tes,” lanjut Eri.

Untuk kondisi personil yang sudah diambil sampel swab tes, Eri juga menjelaskan bahwa sesuai protokol dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio akan menerapkan isolasi mandiri sampai dengan hasil swab tes disampaikan oleh Dinas Kesehatan.

“Awalnya ada perbedaan data, yang terkonfirmasi 44 petugas namun  ada 1 nama yang bukan personil bandara tapi sepertinya masuk daftar bandara,” jelas Manager of Finance & Human Resource Bandara Internasional Supadio Pontianak, Fahmi.

Fahmi menyebut bahwasannya rapid tes merupakan kegiatan yang normal dilakukan oleh instansi untuk proteksi terhadap pegawai, apalagi pihak bandara, yang mana banyak kegiatan yang berinteraksi langsung dengan penumpang.

“Pelaksanannya sudah mengikuti protokoler kesehatan yang  sudah ditetapkan,

dan alhamdulillah hasilnya non reaktif, hal yang biasa dilakukan oleh instansi terutama pelayanan publik, sebagai langkah antisipasi,

kami juga terus melaksanakan protokol pencegahan covid19, baik bagi petugas maupun pengguna fasilitas bandara,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson menyebutkan ada  44 petugas Bandara Supadio  berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test Dinas Kesehatan tertanggal 8 Mei 2020 dinyatakan reaktif.

“Kami sudah melakukan swab dan akan kami periksa dengan Polymerase chain reaction (PCR),” ungkap Harrisson.

Harisson memaparkan berdasarkan data saat ini ada sekitar 238 warga Pontianak yang rapid testnya reaktif.

“Jadi hendaknya masyarakat terus melakukan protokol kesehatan, tidak keluar rumah bila tidak terlalu penting, jaga jarak, pake masker, cuci tangan, laksanakan etika batuk dan bersin dengan benar. Juga harus menjaga kondisi tubuh selalu tetap fit atau bugar dengan makan makanan yang bergizi,”imbaunya.

Harisson mengatakan karena sekarang ini  melihat data rapid test banyak di daerah kita Orang tanpa gejala yang masih keluar rumah, dan dapat menularkan penyakit ke orang lain.

“Sekarang data kasus konfirmasi kita cenderung melandai, dan hal ini harus terus dijaga, agar kita dapat segera keluar dari ancaman COVID-19 ini,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...