Search

Petrokimia Gresik Gelar Panen Raya Padi di Kampung Petroganik Jombang

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo dan jajaran bersama Pemkab Jombang saat menggelar Panen Raya. (Foto/didik hendri)
Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo dan jajaran bersama Pemkab Jombang saat menggelar Panen Raya. (Foto/didik hendri)

Gresik, Reportasenews.com – PT Petrokimia Gresik (PG) bersama mitra produksi pupuk organik Petroganik, distributor, dan pemerintah Kabupaten Jombang menggelar panen raya padi di Kampung Petroganik di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur.

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menyatakan bahwa Kampung Petroganik merupakan program edukasi, sosialisasi, dan promosi yang diinisiasi oleh mitra produksi Petroganik bekerjasama dengan distributor PG untuk petani yang berada di wilayahnya.

“Kampung Petroganik juga merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap Program Peningkatan Produksi Pangan atau P4 milik pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui pengawalan kegiatan budidaya pertanian,” ujar Meinu.

Selain itu, lanjut Meinu, program ini merupakan sarana untuk mengubah pola pikir dari semula hanya menggunakan pupuk anorganik, kini sudah harus menerapkan pemupukan berimbang, yaitu dengan menambahkan pupuk organik dalam setiap budidaya pertanian.

“Pemupukan berimbang merupakan perpaduan antara pupuk organik, yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah, dengan pupuk anorganiksebagai penyedia unsur hara tanaman,” jelas Meinu.

Adapun pola pemupukan berimbang yang direkomendasikan oleh PG adalah 5:3:2, yaitu 500kg pupuk organik Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska, dan 200kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar lahan sawah.

“Kami telah menguji efektifitas pola pemupukan berimbang ini ke berbagai daerah dan terbukti mampu meningkatkan produktivtas tanaman padi,” tambah Meinu.

Pupuk organik Petroganik merupakah salah satu pupuk bersubsidi hasil riset PG. Pupuk ini lahir pada tahun 2004 sebagai jawaban atas hasilpenelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-organik dibawah 2%. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-organik sebesar 5%.

PG saat ini tidak sekedar menjual produk melainkan menawarkan solusi. Tidak hanya bagi petani melainkan memberikan solusi dalam skala yang lebih luas, yaitu solusi bagi sektor agroindustri, melalui serangkaian produk dari hulu hingga hilir.

“Kami berharap program Kampung Petroganik ini dapat ditiru oleh kabupaten lainnya sehingga semakin banyak petani yang mengetahui manfaat dan pentingnya pupuk organik dalam keberlanjutan pertanian kita,” pungkas Meinu. (dik)




Loading Facebook Comments ...