Search

Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz : Dunia Belum Melakukan Apa-Apa

Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz menilai, dunia belum melakukan apa-apa atas kasus pembunuhan tunangannya itu.
Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz menilai, dunia belum melakukan apa-apa atas kasus pembunuhan tunangannya itu.

Washington, reportasenews.com-Pejabat AS dan Turki dilaporkan mengatakan rekaman itu menunjukkan tim keamanan Saudi menahan Khashoggi saat ia mengambil dokumen untuk kelengkapan pernikahannya. Ia kemudian dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong. Arab Saudi menyanggah terlibat dalam hilangnya Khashoggi.

Khashoggi dinyatakan hilang setelah masuk ke dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Selasa 2 Oktober 2018 lalu, dan otoritas keamanan Turki menduga dia telah dibunuh. Sebelum hilang di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, Kashoggi bersama tunangannya Hatice Cengiz dan mereka pisah di dekat konsulat.

Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, mengatakan, hingga saat ini belum ada pihak yang menghadapi konsekuensi serius atas terbunuhnya jurnalis asal Arab Saudi tersebut. Dia menilai, dunia belum melakukan apa-apa atas kasus pembunuhan tunangannya itu.
“Saya tidak bisa paham, dunia masih belum melakukan apapun tentang kasus ini,” kata Hatice kepada subkomite Luar Negeri DPR Amerika Serikat, dikutip Reuters, Jumat (17/5).
Khasoggi saat hilang berumur 59 tahun. Dia memulai kariernya sebagai wartawan di Arab Saudi setelah lulus dari sebuah universitas Amerika pada tahun 1985. Diketahui Jamal Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki. Hatice adalah orang yang terakhir bertemu dengan Khashoggi. Saat itu, Khashoggi ditemani Hatice ke Konsulat Saudi untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan tunangannya asal Turki itu.
“Kita tidak tahu mengapa dia dibunuh. Kita juga tidak tahu dimana jenazahnya berada,” tambah Hatice yang diunggah BBC.com Indonesia.
Hatice menyerukan agar Arab Saudi dijatuhi hukuman. Dia juga juga meminta agar AS mendorong kebebasan tahanan politik yang dipenjara pihak kerajaan Saudi.
Otoritas AS menyimpulkan bahwa tingkat tertinggi pemerintahan Saudi bertanggung jawab atas kematian Khashoggi. Kendati demikian, Saudi menepis Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tidak terlibat dalam kasus tersebut.
“Saya pikir kita memilih antara dua hal. Kita dapat terus berjalan seolah-olah tidak ada yang terjadi atau kita dapat bertindak. Kita dapat mengesampingkan semua kepentingan, kepentingan internasional dan politik, serta fokus pada nilai-nilai untuk kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
“Saya pikir ini adalah ujian bagi AS dan saya percaya ini adalah ujian yang bisa dan harus dilewati,” lanjutnya.
Jamal Khashoggi dikenal sebagai jurnalis dan komentator politik Arab Saudi yang kritis. Dia mengkritisi beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kerajaan Saudi. Diantaranya soal intervensi Saudi pada konflik yang terjadi di Yaman, penangkapan para aktivis dan ulama Saudi, kebebasan berpendapat, dan Ikhwanul Muslimin yang dinilai sebagai organisasi teroris. (dik)



Loading Facebook Comments ...