Search

Situbondo Menuju 100 Smart City di Indonesia 

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto saat memberikan sambutan dalam acara bimtek Implementasi gerakan menuju 100 smart city 2019. (foto:fat)
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto saat memberikan sambutan dalam acara bimtek Implementasi gerakan menuju 100 smart city 2019. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Kabupaten Situbondo masuk 100 kabupaten di Indonesia menuju Smart City. Seiring dengan ditetapkannya Kota Situbondo masuk 25 besar smart city oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Bulan Mei 2019 lalu.
Bahkan, sebagai bentuk tindak lanjut, saat ini sudah  mulai dilaksanakan pendampingan penyusunan masterplan smart city oleh Kemenkomifo. Bupati Dadang Wigiarto mengatakan, meski masih tahap pendampingan, Situbondo sebenarnya sudah mengimplementasikan smart city. “Kita sudah mulai. Pendampingan oleh kominfo diharapkan mempercepat impelementasinya. Kemudian, sambutan publik semakin kuat,”kata Bupati Dadang Wigiarto, Senin (8/7/2019).
Menurutnya, sambutan masyarakat terhadap smart city masih minim. Dia mencontohkan pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang sudah berbasis online. “Ternyata, peminatnya sangat kecil. Masyarakat lebih banyak datang langsung ke tempat pelayanan,” kata Dadang.
Lebih Bupati Dadang menjelaskan, output dari smarty city adalah mencerdaskan masyarakat. Masyarakat secara umum melakukan aktivitasnya dengan pemanaafatan IT. “Di tingkat aparatur pemerintahnya sudah mendahului. Kita ingin, pemerintah menjadi contoh bagi masyarakat,” ujar bupati.
Sementara itu, Hafni Septiana Nur Endah, Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Ditjen Aptika
Kemenkominfo mengatakan, saat ini sudah genap 100 kabupaten/kota menuju smart city. Pada tahun 2017 lalu, terpilih 25 kabupaten/kota. Kemudian tahun 2018 dipilih 50 kabupaten/kota. “Tahun ini kita ambil 25. Salah satunya Situbondo. Berarti, sudah lengkap 100 kabupaten menuju smart city,” terangnya.
Endah mengaku, untuk memilih kabupaten layak menuju smart city, dilakukan asassment. Pada tahun 2019, sebanyak 107 daerah yang ikut asessment. “Kita lihat leadershipnya, kesiapan infrastruktur, serta kebijakan yang menunjang ke arah smart city. Salah satu kabupaten yang kita pilih menuju smart city adalah Situbondo,” terangnya.
Lebih jauh, Endah mengaku, dalam smart city, ada enam elemen yang harus terpenuhi. Di antaranya, pemerintahan, lingkungan, ekonomi, branding, dan lain sebagainya. Dalam master plan smart city, keenam elemen tersebut harus terpenuhi. “Hari ini kita mengarahkan dan membimbing, apakah dari enam elemen itu sudah tertuang dalam master plannya,” tambahnya.
Misalnya, pada elemen pemerintahan, pemangku kebijakan sudah memahami kebutuhan layanan publik masyarakatnya. Dalam segi branding, pemerintah bersama masyarakat mampu mengenalkan daerahnya dalam lingkup lokal, nasional, hingga internasional.
“Intinya, dalam smart city, penduduk di daerah tersebut merasa aman dan nyaman tinggal di daerahnya. Layanan kesehatan oke, pendidikan oke, dan seterusnya,” pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...