Search

Razia Cafe, Satpol PP Situbondo Amankan 28 Botol Miras

Tiga perempuan pemandu lagu, saat diminta keterangan oleh  Sutikno, PPNS  Satpol PP Pemkab Situbondo.(foto:fat)
Tiga perempuan pemandu lagu, saat diminta keterangan oleh  Sutikno, PPNS  Satpol PP Pemkab Situbondo.(foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Untuk mengantisipasi peredaran minuman keras  (Miras) ilegal, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Situbondo, melakukan razia ke sejumlah cafe dan tempat karaoke di Kota Situbondo.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan sebanyak 28 botol. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan tiga  perempuan yang berprofesi sebagai  pemandu lagu, serta mengamankan pemilik cafe yang berlokasi di Jalan Raya Desa Lamongan, Kecamatan Arjas, Kabupaten Situbondo.

Untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Selanjutnya, petugas Satpol PP Pemkab Situbondo membawa sejumlah barang bukti puluhan botol miras merek Singaraja Bali, tiga  perempuan pemandu  lagu dan pemiliknya ke Kantor Satpol PP Pemkab Situbondo.

Diperoleh keterangan, terungkapnya cafe yang berlokasi di Jalan Raya Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Situbondo, tidak mengantongi ijin dan sering jadikan ajang tempat pesta Miras, dan transaksi prostitusi online itu, berdasarkan laporang salah seorang warga ke Kantor Satpol PP Pemkab Situbondo.

Sehingga untuk menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Satpol PP Pemkab Situbondo langsung melakukan razia ke cafe tersebut. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan barang bukti 28 botol miras, tiga  perempuan pemandu lagu, serta berhasil mengamankan pemilik cafe.

“Saya  baru sekitar satu  bulan lebih  membuka cafe dan tempat karaoke, namun dalam mendirikan cafe tersebut saya hanya minta ijin kepada kepala desa (Kades) Lamongan,”ujar  pemilik cafe  berinisial MD (32), Jumat (3/1/2020).

Sementara itu, Sutikno Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Pemkab Situbondo mengatakan,  untuk memberikan efek jera terhadap cafe dan tempat karaoke tersebut, pihaknya langsung melakukan pendataan dan pembinaan. Namun, jika setelah dilakukan pembinaan, pemilik cafe tetap  melakukan praktik prostitusi online dan menyediakan Miras.”Kami tidak akan segan-segan untuk menindak tegas terhadap pemilik cafe tersebut, sesuai dengan hukum yang berlaku,”kata Sutikno.

Menurutnya, berdasarkan informasi warga yang melaporkan ke Kantor Satpol PP Pemkab Situbondo, para perempuan pemandu lagu di cafe  tersebut, mereka   melakukan transaksi dengan calon pelanggannya  melalui ponselnya. Usai melakukan transaksi, mereka langsung janjian diluar dengan para pelanggannya.”Diakui, sepintas cafe milik MD sama seperti warung yang lain, namun  setelah  diselidiki ternyata cafe milik MD juga menyediakan jasa esek-esek atau membuka praktik prostitusi terselubung,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...