Search

Cegah Penyebaran Covid 19, Kodim 1207/BS dan Satpol PP Pontianak Bubarkan Pengunjung di Warkop

Kodim 1207/ BS bersama Satpol PP kota Pontianak dan Polsek Pontianak Selatan membubarkan pengunjung  yang berada di warung kopi. (foto:das)
Kodim 1207/ BS bersama Satpol PP kota Pontianak dan Polsek Pontianak Selatan membubarkan pengunjung yang berada di warung kopi. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Kodim 1207/ BS bersama Satpol PP kota Pontianak dan Polsek Pontianak Selatan memberikan himbauan sekaligus pengertian bagi pengunjung warung kopi (warkop) di wilayah Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan karena masih nongkrong bahkan asik bermain game online, Minggu ( 22/3) malam.

Padahal Pemerintah kota Pontianak telah mengirimkan sejumlah surat himbauan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah, berkumpul dan nongkrong di warung kopi untuk pencegahan penularan Corona (COVID 19) di Pontianak yang berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Saat menyisir di kawasan Jalan Reformasi, sejumlah cafe dan warung kopi yang biasa ramai dipadati penikmat kopi dan game online kini mulai sepi. Sebagian warung kopi dan cafe memilih tutup mengikuti anjuran pemerintah. Namun petugas masih menemukan cafe dan warung kopi yang buka tetapi tetap melayani pembelian di tempat. Menyediakan meja dan kursi bahkan alat charger laptop dan baterei di meja.

Petugas langsung meminta semuanya membubarkan diri dan memberikan peringatan kepada pengelola.

Saat diberi peringatan, seorang ibu pengelola warung kopi sempat memprotes petugas. Ia mengatakan telah mengikuti anjuran pemerintah melayani pembeli dengan sistem takeway. Namun pembeli membandel, dan memilih nongkrong.

“Saya tidak meminta mereka duduk dan menetap berlama disini. Saya sudah katakan kami hanya melayani pembeli secara pesanan dan makanan atau minuman silahkan dinikmati dibawa pulang,” ujar ibu ini yang sempat beruraian air mata.

Ia  kebingungan ditengah mewabahnya Corona, situasi sekarang teramat sulit karena sepinya pembeli dan warung kopi ini menjadi sandaran ekonominya.

“Saya tahu penyakit ini berbahaya, tapi saya harus tetap buka. Saya menghidupi empat anak saya, kalau warung kopi tutup kami mau makan apa,” tukasnya.

Sempat beradu mulut dengan petugas penertiban, akhirnya ibu hanya diberi teguran dan petugas melanjutkan operasi penertiban ke warung kopi lainnya.

“Kami tidak pernah melarang siapapun berusaha dan membuka usahanya. Kami hanya melakukan tugas kami, monitoring dan menertibkan surat edaran Pemerintah Kota Pontianak mengenai pelaku usaha warung kopi hanya melayani pembelian secara dibungkus atau dibawa pulang, tidak menyediakan tempat duduk dan meja bagi konsumen. Ini demi pencegahan dan meluasnya penularan Corona,” kata petugas Satpol PP kota Pontianak, Yasin.

Dandim 1207/BS, Kolonel Arm Stefie Nuhujanan yang terlihat memimpin operasi penertiban ini juga meminta semua pelaku usaha warung kopi/ cafe mematuhi himbauan dan anjuran pemerintah untuk melayani pembelian secara takeway/ membawa pulang pesanannya dan tidak nongkrong di warung kopi.

Sementara salahsatu pemilik usaha warung kopi di jalan Sepakat II Pontianak, Puteri, mengaku belum menerima surat edaran Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Penanaman Modal tenaga kerja dan pelayanan terpadu satu pintu.

“Saya belum menerima surat edaran ini. Dan kami buka malam ini, karena kami baru sekali ini didatangi petugas. Besok kami mulai tutup dan saya akan memberikan pengertian ke karyawan dan meliburkan mereka semua,” terang Puteri.

Instruksi Walikota Pontianak meminta pelaku usaha warung kopi dan cafe menaati aturan ini. Tidak lagi warung warung kopi menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Karena itu warung kopi yang masih menyediakan meja dan kursi untuk menjadi tempat kumpul bila ditemukan segera diberi sanksi termasuk pencabutan izin usahanya. (das)




Loading Facebook Comments ...