Search

7 Individu Orangutan Terancam, Akibat Karhutla dan Polusi Asap

Bara dan arang
Ketapang, reportasenews.com – Tujuh individu orang utan Kalimantan, Pongo Pygmaeus, keluar dari hutan akibat wilayah nya terbakar. Dua dari tujuh individu orang utan ini kabarnya telah memasuki wilayah kebun warga di Jalan Tanjungpura.
Dalam waktu dekat, Balai Taman Nasional Gunung Palong bersama Balai Konservasi Sumber Daya alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia akan melakukan rescue terhadap 2 individu orang utan dan segera di translokasi ke kawasan Taman Nasional Gunung Palong
“Pembakaran lahan dan hutan ini jangan hanya dipikirkan akibatnya dan dampaknya ke manusia saja, tetapi juga pembakaran lahan ini menimbulkan dampak besar bagi ekologi, termasuk satwa di dalamnya dan termasuk satwa dilindungi, orang utan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan. hutan Ditjen Gakkum KLHK, Ir. Sustyo Iriono, kepada wartawan, Sabtu (14/09/2019).
Sustyo mengatakan seperti yang telah disaksikan dan dilihat dampak kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap dan kerusakan ekologi. Termasuk salahsatunya habitat Orangutan di Kalimantan Barat yang paling esensial adalah koridor Sungai Putri Gunung Palong, Kabupaten Ketapang telah dikepung api dan asap Karhutla.
“Ini bisa mengancam kehidupan orang utan yang merupakan satwa dilindungi dan terancam punah. Tak hanya Orangutan, tapi satwa lainnya juga dan dilindungi,” tegasnya.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palong Ketapang, M. Ari Wibawanto menegaskan, banyaknya titik Hotspot di landskap Sungai Putri Gunung Palong dimana di areal ini terdapat 3.500 individu Orangutan yang merupakan populasi terbesar. Dengan terjadinya kebakaran lahan dan hutan belakangan ini, jumlah populasi yang besar ini bisa menjadi ancaman yang serius dan rentan konflik dengan masyarakat.
“Pembakaran hutan dan lahan juga mempengaruhi kehidupan satwa liar, khususnya Orangutan. Kami telah bekerjasama ini untuk menghindari dan menanggulangi konflik Orangutan dengan masyarakat. Karhutla ini mengancam kehidupan Orangutan, saya harap segera laporkan ke call center kami jika ada konflik,” jelas Ari.
Ari mengungkapkan dari hasil pengamatan kami terkait ditemukan adanya Hotspot yang mengancam kehidupan Orangutan di landskap sungai Putri dan Gunung Palung, ada 7 individu orang yang terancam konflik dengan masyarakat. dari Tujuh orang utan ini, ada kemungkinan ada dua individu orang yang harus segera dievakuasi dari lokasi, sementara masih ada lima individu lainnya,” terangnya.
Untuk orang utan yang berpotensi konflik akan terus dimonitor keberadaannya dan akan di translokasi apabila memang diperlukan dan mendesak.
“Memang ada dua individu orang utan masih dalam monitoring karena adanya ancaman terhadap Karhutla dan masuk ke kebun warga. Kita akan segera evakuasi jika sudah memastikan posisi Orangutan ini, dan tentu ada upaya lain termasuk segera translokasi atau rehabilitasi orang utan,” tutup Manajer Operasional Yayasan IAR, Adi Irawan. (das)



Loading Facebook Comments ...