Search

70 Tahun Sami Leo Lantang

Sami Leo Lantang. (Foto: Joko Dolok)

Jakarta, reportasenews.com – Alhamdulillah, syukuran hari kelahiran Sami Leo Lantang tersaji dengan baik Sabtu ini di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat. Senior yang selalu bersahaja itu, hari ini tepat berusia 70 tahun.

Membahagiakan, itulah atmosfir yang terasakan. Kebahagiaan semakin disempurnakan dengan sajian makanan yang memenuhi selera dari Nendia Primarasa.

Haji Heru Pujihartono, pemilik Nendia Primarasa yang juga sekretaris dewan kehormatan PWI Jaya, turut hadir di tempat acara sejak pagi. Heru membaur, bersenda, berselfie-ria. Kehangatan suasana acara ini selaras dengan tagline Nendia Primarasa; Tradisi Membahagiakan.

“Sangat, sangat membahagiakan,” demikian antara lain dikemukakan Sam Lantang saat mengurai kesan-kesannya. Bahkan, kata Bang Sam, kebahagiaan yang dirasakannya lebih terasa dibanding saat pernikahannya–puluhan tahun silam.

“Terima kasih atas perhatian dan kebaikan luar biasa dari teman-teman,” tuturnya. “Semoga kita bisa terus bersahabat. Saya senang karena rasanya tak pernah punya musuh.”

Tak punya musuh, ya, itu pula yang disampaikan oleh lima yuniornya. Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch.Bangun, serta Jimmy S.Harianto, Abdusjakur ‘Aba’ Mardjani, dan Steven Setiabudi Musa, sama-sama mengisyaratkan jika Sam Lantang adalah sosok yang ‘cool’.

“Om Sam adalah sosok yang menginspirasi dan penuh perhatian,” demikian antara lain disampaikan Steven Setiabudi Musa saat memberikan kesan-kesannya di atas panggung.

Berbeda dengan yang lainnya, Steven memulai sapaannya kepada Sam Lantang dengan sebutan Om. Disamping sama-sama berasal dari Sulawesi Utara, usia anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu juga jauh di bawah Sam Lantang. Kendati demikian, Steven yang lama mengabdi sebagai wartawan olahraga Suara Pembaruan, sering satu liputan dengan Sam Lantang. Termasuk meliput ke luar daerah.

Bang Sam terharu karena sebagian besar dari teman-teman yang diundangnya datang. Teman-teman yang bahu membahu saat membesarkan kepengurusan Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jaya yang dipimpinnya. Teman-teman yang pernah ‘bersaing’ di lapangan dalam perburuan berita–yang usianya jauh di bawahnya.

Sam Lantang memimpin Siwo Jaya dua periode, 1983-1987 dan 1987-1991. Dua kepengurusan Siwo Jaya yang fenomenal. Saya beruntung sudah mengenalnya sejak awal 1980-an itu. Mengenal dan bersahabat dengan para senior lainnya juga. Dan teman-teman seangkatan pastinya.

Mengingat keberadaannya dari Siwo PWI Jaya, bang Sam semula menginginkan acara syukuran 70 tahun usianya diadakan di sekretariat PWI Jaya saja. Namun karena ruang serba guna sekretariat PWI Jaya di lantai 9 Gedung Pusat Bank DKI kini dibatasi daya tampungnya, acara syukuran dialihkan ke Hall Dewan Pers. Terima kasih kepada Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah yang menginisiasi kepindahan tempat acara ke Hall Dewan Pers.

“Gedung Dewan Pers lebih prestiseus, daya tampungnya juga lebih besar. Yang penting kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Semua yang hadir harus memakai masker. Saya akan perjuangkan,” kata Sayid Iskandarsyah, ketua PWI Jaya, dua pekan lampau.

Tadi, di acara syukuran, Sayid Iskandarsyah duduk satu meja dengan bang Sam, Ketum PWI Pusat Atal Sembiring Depari dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun.

Syukuran 70 tahun usia bang Sam sekaligus menjadi ajang reuni wartawan olahraga lintas angkatan. Di acara syukuran ini dia yang tertua. Lainnya di bawah dia usianya. Yang paling mendekati, Jimmy S.Harianto. Mantan wartawan olahraga dan budaya Kompas itu 68 tahun usianya kini.

Pandemi Covid-19 yang masih menakutkan tampaknya turut menjadi penghambat adanya reuni yang lebih sempurna untuk kalangan wartawan senior olahraga ini. Bisa dimaklumi. Gangguan flu yang berpotensi melemahkan imun membuat belasan sahabat tak bisa bergabung.

Karena itu juga tak ada cipika-cipiki. Atau pelukan hangat. Kekangenan karena lama tak bersua terpupuskan dengan salam adu kepalan. Semua bisa memahami.

Semua juga enjoy-enjoy saja ketika diminta untuk mengenakan kaos putih bergambar wajah Sam Lantang. Padahal untuk menghadiri acara ini masing-masing mungkin membalutkan pakaian terbaik. Namun, semua tidak keberatan.

Termasuk Andi Darussalam Tabusalla, mantan petinggj PSSI dan Liga Indonesia.

 Juga Suryopratomo, anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat yang segera menjadi Dubes di Singapura.

Demikian pula Neta Saputra Pane, mantan petinggi di Harian Terbit dan Berita Buana yang semakin populer dalam kapasitasnya sebagai ketua presidium Indonesia Police Watch (IPW).

Lalu Mahfudin Nigara, yang lama bersama Sam Lantang di Tabloid Bola, dan kini menjadi staf khusus Menpora Zainuddin Amali.

Suryopratomo memang sempat berpose dengan memakai batik. Namun kemudian ia melapisinya dengan kaus itu. Begitu juga dengan Steven, yang melapisi kaus yang dipakainya dari rumah dengan kaus itu.

Semua senang.

Sam Lantang bahagia.

Semua tetap sehat

Penulis: Tebe Adhi




Loading Facebook Comments ...