Search

8 Desa di Gresik Ikuti Lomba Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Warga desa tampak begitu antusias mengikuti lomba K3 yang digelar Petrokimia Gresik. (foto: dik)
Warga desa tampak begitu antusias mengikuti lomba K3 yang digelar Petrokimia Gresik. (foto: dik)
Gresik, reportasenews.com – Warga sekitar PT Petrokimia Gresik (PG) dari 8 desa/kelurahan antusias mengikuti lomba Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam rangka Bulan K3 Nasional yang berlangsung di halaman SOR Tri Dharma PG, Rabu (6/3/2019).
Delapan desa/kelurahan tersebut diantaranya Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik. Selanjutnya, Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Ngipik, Tlogopojok, dan Sukorame. Semua desa dan kelurahan tersebut mengirim timnya yang terdiri dari 10 orang.
Manager Humas PG Muhammad Ihwan mengatakan, perusahaannya sengaja mengundang warga sekitar mengingat PG merupakan obyek vital nasional. Sehingga,  pengetahuan dan keterampilan K3 bagi warga sekitar menjadi sangat penting untuk disosialisasikan.
“Penerapan K3 tidak hanya berlaku di perusahaan saja. Tapi bagaimana keselamatan kerja itu juga pengaruhnya dirasakan oleh warga sekitar. Sehingga, masyarakat juga punya tanggung jawab terhadap perusahaan nasional. Jadi, kegiatan ini sifatnya eksibisi. Ke depan secara bertahap akan ditingkatkan lagi,” ujar Ihwan.
Tahap berikutnya, setelah melibatkan warga, PG juga akan melibatkan perangkat desa, atau kelurahan. Langkah ini diambil supaya budaya K3 bisa diimplementasikan secara langsung oleh warga serta perangkat desa/kelurahan.
Sementara itu Manager Lingkungan dan K3 PG, Achmad Zaid menyatakan, tujuan dilakukan kegiatan ini guna mengkoneksikan sistem manajemen Responsible Care dalam memberikan edukasi terhadap warga sekitar perusahaan PG.
“Tujuannya supaya warga sekitar sama-sama peduli terhadap perusahaan. Khususnya, dalam menghadapi emergency baik berasal dari perusahaan maupun dari masyarakat sehingga ada action dulu, ” terangnya.
Sementara itu, Lurah Sukorame Rofiq Udin Effendi menuturkan, dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan unsur masyatakat baik itu tingkat RW maupun RT. Dari situ, diambil dua orang yang mewakili lingkungannya.
“Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan K3 ini. Harapannya, setiap tahun diadakan lagi agar menambah wawasan serta mendekatkan lingkungan dengan lainnya,” ungkapnya.
Salah satu peserta asal Desa Roomo Evi Oktoviana (27) mengatakan, adanya lomba K3 ini warga ring satu bisa lebih maju serta menambah wawasan soal bagaimana mengetahui dan menangani soal keselamatan kerja.
“Kalau bisa kegiatan semacam ini ditingkatkan lagi supaya masyarakat, khususnya, di ring satu lebih paham lagi,” harapnya serius. (dik)



Loading Facebook Comments ...