Search

8 Jam Anak Makasar ini Berjuang Taklukan Puncak Casrtenzs Pyramid

Imran Rosyadi mahasiswa dalam Tim Ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika yang sukses mencapai Carstensz Pyramid
Imran Rosyadi mahasiswa dalam Tim Ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika yang sukses mencapai Carstensz Pyramid

Jakarta,reportasenews.com – Imran Rosyadi (24) menjadi satu-satunya mahasiswa dalam Tim Ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika yang sukses merengkuh puncak Carstensz Pyramid.

Sekitar pukul 11.32 WIT (Kamis, 5/10), mantan ketua umum Mahasiswa Pecinta Alam Sultan Alauddin (Mapalasta) ini mendahului enam rekannya yang lain tiba di titik 4.884 mdpl. Bukan tanpa perjuangan keras. Sanca, begitu ia akrab disapa, harus menghadapi cuaca ekstrem sejak awal memanjat tebing-tebing curam menjulang dengan ketinggian 1.000 meter dari bawah Lembah Kuning. Bukan lagi hujan air, melainkan es yang terus mengguyur selama proses ascending.

Begitu tiba di tepi penyeberangan tyroliant, Sanca bercerita sempat berhenti menanti dua rekannya, Geas Aldino dan M. Salman dari Elpala SMA 68 Jakarta, yang tak lama muncul.

Sementara Sabar Gorky, pendaki tunadaksa asal Solo yang juga ikut dalam tim summit, berada jauh di belakang bersama Syatiri Ahmad dari TRAMP.

Perlahan namun pasti ia lalu memasang gear pengaman miliknya pada tali tyroliant dan menyeberang diikuti Geas dan Salman. Perjalanan lanjut menelusuri lekukan tebing, masih dengan tali pengaman. Langkah kaki harus hati-hati karena medan licin diselimuti salju. Setelah perjalanan hampir sembilan jam, Imran akhirnya berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramid. Ia pun sujud syukur tepat di atas plakat perak bertuliskan Surveyor.

Imran mengatakan, rasanya sangat menakjubkan berada di titik atap tertinggi NKRI yang juga salah satu Seven Summits dunia untuk pertama kali.

“Sampai puncak perasaan bercampur aduk rasanya, seperti bangga, terharu. Penantian yang sangat panjang sudah lama dari 2013 akhirnya terwujud,” tutur Irman dengan logat khas Bugis.

Ia mengaku sebetulnya sudah ada bayangan kondisi medan Carstensz Pyramid dari membaca referensi. “Kalau muncak waktu normalnya kan 12 jam, kita dikasih waktu couch Tole dan Satiri lewat dari jam 12 turun,” sambung Imran.

Baginya ini pencapaian luar biasa bukan semata pribadi tapi juga organisasi Mapalasta, tempatnya bernaung.

“Ini bukti untuk mencapai sesuatu butuh perjuangan yang keras, mental baja. Terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Bapak Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang,” ucapnya.

Tim Ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika yang dikomandoi Hendrata Yudha terdiri dari berbagai latar belakang mulai jurnalis, pelajar, mahasiswa, atlit hingga TNI AD.

17 pendaki termasuk Hendrata dalam tim ini yaitu Candra Erwin Hadi, Sabar Gorky, Suryo Utomo (CNN), Widya Victoria (RMOL), Danny Pranoto (TRAMP), Syatiri Ahmad, Asep Sumantri, Grhia P Pendit (Trans TV), Onaria Fransisca (Elpala), Golansyah Semindang, Viandi, M.Iqbal, Geas Aldino, Shafira Dinda Ariefti, M. Salman Alkufy, serta Imran Rosady. (han)




Loading Facebook Comments ...