Search

80 ton Karet Mentah dari KLM Cahaya Muda yang Karam, Berhasil Dipindahkan ke Kapal Lain

sebanyak 80.000 kg atau 80 ton, dari KLM Cahaya Muda di pindahkan ke kapal KLM Nur Hikmah. (foto:das)
sebanyak 80.000 kg atau 80 ton, dari KLM Cahaya Muda di pindahkan ke kapal KLM Nur Hikmah. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Proses penyedotan air yang masuk menenggelamkan KLM Cahaya Muda  pasca alami kebocoran setelah menabrak batu karang di perairan Pulau Cempedak, Kendawangan, Ketapang, Kalimantan Barat, sudah mulai teratasi.

“Personel Pos TNI AL  kendawangan dengan di bantu  nelayan Pulau cempedak serta ABK kapal melakukan penyedotan dan pengurasan air yang menyebabkan badan kapal nyaris tenggelam di perairan laut dalam di sekitar Pulau Cempedak. Kita proses ini sudah berhasil kami lakukan,” kata Komandan Posal Kendawangan, Letda Laut (P) Heri Widagdo, Sabtu (12/5).

Semantara, pagi ini  muatan karet mentah sebanyak 80.000 kg atau 80 ton, dari KLM Cahaya Muda di pindahkan ke kapal KLM Nur Hikmah dengan berat 113 GT dengan diawaki 5 ABK dan 1 orang nahkoda yang di datangkan dari Pontianak.

“KLM Nur Hikmah kami datangkan dari Pontianak, dengan bobot 113 GT dengan 6 ABK serta Nahkoda, untuk membantu memindahkan muatan 80 ton karet mentah dari pihak yang memiliki muatan,” jelas dia.

Perpindahan muatan 80 Ton Karet mentah dari KLM Cahaya Muda ke KLM Nur Hikmah di perairan Pulau Cempedak ini memakan waktu 2 hari. Setelah muatan semua dapat di pindahkan, maka KLM Nur Hikmah akan mengantar muatan menuju tujuan awal ke Sungai Ambawang, Pontianak.

Sedangkan KLM Cahaya Muda akan di tarik ke Kuala Jelai, untuk selanjutnya akan di adakan perbaikan. “Sampai hari ini seluruh ABK KLM Cahaya Muda dalam kondisi baik,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...