Search

Ada Apa Dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 ?

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono (Foto: istimewa)
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono (Foto: istimewa)

Tangerang, reportasenews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan revitalisasi peran Komite Sekolah dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Melalui Permendikbud tersebut, diharapkan Komite Sekolah dapat memaksimalkan perannya dalam peningkatkan mutu sekolah dengan menerapkan prinsip gotong royong, baik dalam penggalangan dana, maupun pengawasan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.

“Terbitnya Permendikbud nomor 75 Tahun 2016 ini, untuk meningkatkan dan mendorong mutu layanan pendidikan, sehingga perlu revitalisasi fungsi dan peranan Komite Sekolah,” kata Plt. Kadis. Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono.

Menurutnya, masyarakat juga bisa dilibatkan dalam pendanaan dalam penyelenggaraan pendidikan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.

“Dalam hal ini, Komite Sekolah dapat mendorong masyarakat untuk memberikan bantuan dan sumbangan pendidikan,” katanya, saat ditemui  diruang kerjanya.

Kepala sekolah masih banyak yang belum memahami tentang Permendikbud nomor 75 tahun 2016.

Dia menjelaskan, dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Bantuan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak.

“Kemudian yang dimaksud dengan Sumbangan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik, orang tua/walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan,” ujarnya.

Dalam Permendikbud ini juga mempertegas bahwa Komite Sekolah dilarang meminta pungutan.

“Penggalangan dana berupa sumbangan dan bantuan pendidikan juga tidak boleh memberatkan orang tua/wali yang tidak mampu,” tuturnya.

Taryono, berharap Permendikbud tersebut bisa meningkat kan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas di tingkat satuan pendidikan melalui peran serta masyarakat dalam mengawasi penggunaan dana bantuan dan sumbangan pendidikan oleh Komite Sekolah. (Ty)




Loading Facebook Comments ...