Search

“Ada Sungai Darah Keluar Dari Masjid”

Masjid Al Noor, di Christchurch, Selandia Baru. (Foto.Ist)
Masjid Al Noor, di Christchurch, Selandia Baru. (Foto.Ist)

Jakarta, Reportasenews.com – Delapan tahun yang lalu, kota Christchurch di Selandia Baru  diguncang gempa besar yang menewaskan 185 orang dan membuat penduduknya trauma berbulan-bulan.

Kini, Christchurch menghadapi jenis trauma yang sama sekali berbeda setelah 50 orang terbunuh di dua masjid pada hari Jumat pekan lalu dalam serangan teroris terburuk di Selandia Baru.

Aksi terror ini telah menghidupkan kembali ingatan akan tragedi terakhir yang menghantam Christchurch.

“Kami melihat orang-orang dipicu kembali dan merasa cemas tentang semua ketidakpastian,” kata Carl Shaw, manajer Rumah Sakit Amal Christchurch, dalam tulisan Washingtonpost.

Rumah sakit ini menawarkan konseling gratis setelah setelah serangan Jumat. Lebih dari 30 konselor dan psikolog siap membantu pemulihan trauma.

“Kami juga mendapatkan banyak pertanyaan tentang cara menjelaskan ini kepada anak-anak, dan dari orang-orang yang telah menonton video dan trauma dengan menontonnya,” kata Shaw.

Trauma juga dirasakan oleh tim medis yang pertama datang di lokasi penembakan.

“Ada sungai darah keluar dari masjid, dan itu adalah adegan yang sulit untuk dilupakan,” kata petugas ambulans Paul Bennett terlihat berkaca kaca menahan air mata. (dw/berbagai sumber).




Loading Facebook Comments ...