Search

Adinegoro Anugerah Penghargaan Pers Tertinggi Indonesia

anugerah adinegoro

Padang, reportasenews.com– Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendri CH. Bangun menyebut peran media publik itu sanagat luar biasa. Yaitu sebagai tempat klarifikasi atas apa yang beredar di media sosial yang masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

Anugerah Adinegoro, kata Hendri selain sebagai penghargaan kepada insan pers atas karya yang begitu menakjubkan, juga sebagai suatu penghargaan kepada Adinegoro yang memang merupakan pelopor pers nasional.

“Tujuan penghargaan Adinegoro ini adalah menghormati sosok yang berjasa besar bagi perkembangan pers Indonesia, sejak beliau memimpin perusaaan media hingga akhirnya membentuk kantor berita Antara,” jelas Hendri  di pembukaan Diskusi Pemenang Adinegoro 2017 di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Rabu (7/1).

Adinegoro merupakan putera daerah Sumatera Barat yang lahir pada 14 Agustus 1904 di kota Sawahlunto dengan nama lengkap Djamaluddin Adinegoro. Ia juga memiliki gelar Datuak Maradjo Sutan.

Adinegoro merupakan seorang sastrawan dan wartawan kawakan Indonesia. Di masa muda, ia menempuh pendidikan STOVIA selama 1918-1925 dan memperdalam pengetahuan mengenai jurnalistik, geografi, kartografi, dan geopolitik di Jerman dan Belanda pada 1926-1930.

Berbagai karya dan dedikasi yang diberikan Adinegoro di bidang jurnalistik nasional, menjadikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memakai namanya untuk penghargaan tertinggi bagi insan jurnalis. Setiap tahun penghargaan itu selalu diberikan PWI, dan tahun ini akan diberikan di tanah kelahiran Adinegoro, Sumatera Barat.

Pemenang Anugerah Adinegoro 2017 adalah kategori indepth reporting: Dinamika dan Romantika di Sempadan Negeri” yaitu Muhammad Amin dari Riau Pos. Kategori jurnalistik foto dari Jawa Pos yaitu Raka Denny dengan tema “Fase Kritis”. Karya bertema “Anti Pancasila” buatan Budi Setyo Widodo dari Media Indonesia menjadi pemenang kategori jurnalistik kariktur.

Berikutnya kategori  jurnalistik televisi bertema “Berdamai Dengan Maut di Kalaseru” oleh Revo Pahlevi Akbarsyah yang merupakn jurnalis Trans 7. Karya dari jurnalis RRI Nunukan, Surya S Thalib bertema “Saya Indonesia” menjadi pemenang kategori Jurnalistik Radio.

Selanjutnya kategori jurnalistik siber yaitu A. Haryo Darmono dari Kompas.id yang membawa karya bertema “Janji Untuk Papua”. Terakhir adalah penghargaan khusus media siber terinovatif yang jatuh pada Tirto.id.

Penyerahan hadiah bagi para pemenang Anugerah Adinegoro akan dilangsungkan pada malam pesta adat Makan Bajamba pada tanggal 8 Februari yang dijadwalkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo. (bar/ta)




Loading Facebook Comments ...