Rabu, 18 Januari 2017

Adu Jago Hackers Nasional Cyber Jawara Di Bali

Adu Jago Hackers Nasional Cyber Jawara Di Bali
Salah satu peserta kompetisi hackers Cyber Jawara dari Tim Cybert Art Creative serius mempertahankan servernya dari serangan tim lain.

BALI, REPORTASE  – Dua puluh tim Hackers saling adu kemahiran dalam kompetisi Hackers tingkat nasional Cyber Jawara di Legian Kuta Bali, Selasa (27/9).

Mereka yang berlaga diputaran final adalah 15 tim  pemenang babak penyisihan sebelumnya via online dan 5 tim undangan diantaranya para juara CYBER JAWARA sebelumnya dan tim dari Kementerian Pertahanan.

“Cyber Jawara adalah ajang mengumpulkan potensi anak muda se-indonesia yang memiliki kemampuan hacking di atas rata-rata. Jadi para hackers diberi wadah untuk menyalurkan keahlian ke arah membela pertahanan negara,” kata Dr Rudi Lumanto, Ketua Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII), Selasa.

Para pemenang di ajang kompetisi Cyber Jawara ini akan mewakili tim Indonesia di Cyber Sea Games untuk tingkat Asia Tenggara. Jika lolos akan mewakili tim Asia Tenggara ke kompetisi level Asia Pasifik di Tokyo Jepang, setelah itu kompetisi cyber tingkat dunia di Las Vegas Amerika Serikat.

Sementara Kementerian Pertahanan, dengan tim yang juga telah menjuarai ajang kompetisi Jawara Cyber dua tahun berturut-turut, terus mengembangkan kemampuan para “hackersnya” untuk mendukung pertahanan siber nasional.

“Saat ini setidaknya sudah ada 150 personil handal yang fokus bekerja tiap hari dari beberapa angkatan. Kami juga terus mempercanggih peralatan yang digunakan,” kata Kepala Badan Diklat Kementerian Pertahanan MayJend TNI Hastind Asrin.

Sementara 15 tim yang lolos ke babak final diantaranya adalah Cilok Anget, Three Way Handshake, Al Kahfi, Indonesian Under Team, Polahi, Jagoan Mama, Gethuk, Nahi Munkar, Zapa Tista, Poe Crew, Cyber Art Creative, Raden Fatah Cyber Moslem, Raliable, Tim Petir dan Ultra Team.

Sedangkan Tim Undangan khusus yang juga berlaga di babak final adalah, Bolsel Cyber, HIU, Macan, Kang Parkir dan Knocking Security.

Dalam ajang kompetisi hackers Cyber Jawara yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir ini, ada tiga jenis kemampuan yang diuji.

Pertama adalah kemampuan peserta untuk mempertahankan server yang dimiliki sekaligus menyerang secara random 19 server lainnya yang digawangi oleh tim lawan (Computers Network & Defense atau CND).

Kedua adalah kemampuan mencari kelemahan sistem yang diberikan panitia. Peserta diberi sejumlah range IP dan harus bisa menemukan titik lemahnya atau token. Uji ini dikenal biasanya dengan istilah Penetration Test (Pen Test).

Ketiga adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau tantangan yang diberikan oleh panitia dengan tajuk Capture The Flag (CTF). Peserta akan dinilai kemampuannya dalam mengetahui apakah ada ekploitasi terhadap suatu sistem atau aplikasi, kemampuan kryptografi, kemampuan stegano, forensik digital dan lain-lain.

Rencananya pemenang dari kompetisi Cyber Jawara akan diumumkan saat gala dinner Kamis malam (29/9) di Legian Bali.

Para jago-jago hackers dari kalangan anak muda ini diharapkan juga mampu membantu pertahanan siber nasional yang mengalami 89 juta serangan sepanjang bulan Januari hingga Juni 2016.

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel Reportase News. Untuk mendapatkan informasi terupdate, silakan berlangganan newsletter kami melalui kolom email di bawah ini.

No Responses

Loading Facebook Comments ...