Search

Agenda Mapamnas XIII Tahun 2017: Memilih Kepengurusan Baru Perpamsi

: Asisten Deputi Bidang SDA Kementerian Koordinator Perekonomian Muhamman Zainal Fatah (depan kiri)  menyerahkan PERPAMSI AWARD (joko dolok)
: Asisten Deputi Bidang SDA Kementerian Koordinator Perekonomian Muhamman Zainal Fatah (depan kiri) menyerahkan PERPAMSI AWARD (joko dolok)

Jakarta,  reportasenews.com–  Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (MAPAMNAS) XIII 2017 yang diselengarakan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI), di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, dari hari Rabu (6/12) sampai Jumat 8 Desember 2017.

Agenda utama MAPAMNAS adalah memilih kepengurusan baru Dewan Pimpinan Pusat PERPAMSI dan menetapkan langkah-langkah strategis organisasi ke depan.

MAPAMNAS XIII dibuka oleh Zainal Fatah, Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Air Kemenko Perekonomian. Hadir dalam acara pembukaan Yurianto, Kepala Bagian Pembinaan BUMD Pemrov DKI, perwakilan pejabat dari Kementerian PUPR, Kemendagri dan instansi terkait lainnya.

MAPAMNAS yang diikuti sekira 1000 peserta, dari 436 PDAM seluruh Indonesia, merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi PERPAMSI. Kegiatan yang mengambil tema “Pemenuhan Hak Rakyat Atas Air” dihadiri oleh para pemilik hak suara yakni setiap PDAM/operator air minum swasta yang diwakili oleh jajaran direksi dari seluruh Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar 436 entitas (PDAM/swasta/BLUD).

Dalam acara ini pula, PERPAMSI akan memberikan penghargaan “PERPAMSI Award” kepada para Kepala Daerah yang sudah menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pelayanan air minum di wilayahnya masing-masing. Juga penghargaan kepada PDAM yang memiliki kinerja dan pelayanan terbaik. Mudah-mudahan penghargaan PERPAMSI Award yang kami berikan bisa memberikan motivasi kepada daerah/PDAM lainnya sehingga pelayanan air yang diharapkan masyarakat bisa menyebar ke daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Asisten Deputi Bidang SDA Kementerian Koordinator Perekonomian Muhamman Zainal Fatah dalam sambutannya mengatakan, tema yang diangkat dalam MAPAMNAS XIII yakni “Pemenuhan Hak Rakyat Atas Air” adalah sesuatu yang sudah diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, bukan hanya di level operasional, tetapi bahkan di Undang Undang dasar RI. Oleh karena itu PDAM merupakan tonggak atau pilar yang sangat penting dalam pemenuhan hak rakyat atas air.

“PDAM menanggung beban yang sangat besar atas upaya peemrintah memenuhi kebutuhan rakyat akan air bersih.Melalui tangan PDAM, negara hadir dalam upaya pemenuhan hak rakyat atas air,” ujar Fatah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid baswedan melalui Kepala Bagian Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas terpilihnya DKI Jakarta sebagai tuan rumah MAPAMNAS XIII. “Saya menyambut baik kehadiran Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan acara ini membawa perubahan yang signifikan terhadap PDAM di sleuruh Indonesia. Kita tahu, PDAM merupakan perusahaan yang sangat strategis, dan pengabdiannya nanti bisa membawa masyarakat lebih sejahtera,” katanya.

Ketua Umum PERPAMSI Rudie Kusmayadi mengatakan,  sejak berdiri pada tanggal 8 April 1972, PERPAMSI sudah dua belas kali melaksanakan MAPAMNAS. MAPAMNAS pertama diselenggarakan di Kopeng, Jawa Tengah, 7-8 April 1972, periode empat tahun berikutnya dan seterusnya MAPAMNAS diselenggarakan di kota-kota besar Indonesia yakni Medan, Ujung Pandang, Malang, Surakarta, Bali, Bandung, Jakarta, Makassar, Batam, dan terakhir di Palembang, 26-29 November 2013 yang mengantarkan saya (H. Rudie Kusmayadi) sebagai Ketua Umum PERPAMSI periode 2013-2017.

MAPAMNAS memiliki arti yang sangat strategis, tidak saja bagi PDAM dan PERPAMSI, namun juga bagi sektor air minum Indonesia secara keseluruhan. Sejumlah agenda penting dan krusial dirumuskan dan kita boleh berharap banyak akan perhatian dan prioritas pemerintah yang dewasa ini lebih besar di sektor air minum. MAPAMNAS juga akan menjadi penentu arah perjalanan organisasi PERPAMSI dalam empat tahun ke depan, terutama untuk konsolidasi organisasi dan perumusan program-program kerja dan rencana strategis.

“Karena itu, dalam kesempatan yang baik ini, kami juga tidak lupa meminta dari kementerian terkait, yakni Kementerian  PUPR, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Kesehatan, bisa memberikan arahannya kepada kami. Dengan arahan dari kementerian terkait di sektor air minum, kami berharap kinerja dan pelayanan air minum ke depan bisa dijalankan secara maksimal,” kata Rudie.

Rudie menyampaikan, saat ini Anggota PERPAMSI berjumlah 436 entitas (forum MAPAMNAS sendiri dihadiri tak kurang dari 1.000 peserta). Dari jumlah tersebut, sebanyak 391 berbentuk Perusahaan milik Pemerintah Daerah (PDAM/PDAB/PAM /PERUSDA), sebanyak 27 beroperasi di bawah Dinas PU (BDAM/BPAM/BPAB/BLU/BLUD/UPT AM) dan sebanyak 18 berbentuk perusahaan swasta (PT).

Menurut data Kementerian PUPR, di tahun 2015 akses air minum aman nasional baru 71,05 % terdiri dari jaringan perpipaan: 17,1 % dan bukan jaringan perpipaan: 53,95 %. Artinya, untuk mencapai akses aman 100 persen hingga 2019 masih ada gap 28,95 %.

Untuk mencapai program 100 %, Pemerintah Pusat memperkirakan total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 253,8 triliun yang bersumber dari APBN (20 %), KPS & B to B (8 %), pinjaman Perbankan (5 %), CSR (7 %), APBD (47 %), PDAM (7 %), dan DAK (6 %).

Pemerintah mencatat beberapa tantangan dalam pengembangan SPAM oleh PDAM yakni angka idle capacity sebesar 38.000 liter/detik, tingkat kehilangan air atau NRW nasional: 33 %, keterbatasan air baku untuk air minum sebesar 128 m3/detik, komitmen Pemda untuk pendanaan air minum <10 % dari total APBD, kondisi PDAM saat ini dalam kondisi Sehat sebanyak 60 %, sisanya 40 % masih Kurang  Sehat dan Sakit. Tantangan lainnya peningkatan akses 5 tahun terakhir rata-rata: 4,5 % per tahun dari yang harus dicapai sebesar 30 % hingga 2019.

Program PERPAMSI

Dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam melakukan pengembangan SPAM ke depan, lanjut Rudie, kita harus tetap optimistis dan berupaya semaksimal mungkin dalam mendukung Pemerintah Pusat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang menargetkan 100 persen akses aman air minum pada 2019 nanti.

Menurutnya, selaku asosiasi, PERPAMSI senantiasa berupaya mendorong program Pemerintah Pusat untuk membantu PDAM mencapai kinerja yang baik dan unggul dengan beberapa program, yaitu:

Kemitraan Solidaritas (Twinning): Program ini dirancang untuk menjembatani PDAM yang kurang sehat dan sakit yang disebut sebagai Recipient dan PDAM Sehat yang disebut sebagai Mentor untuk melakukan kerjasama dalam transfer ilmu dalam berbagai bidang sesuai kebutuhan recipient. Saat ini sudah 34 Pasang Solidaritas.

Pendampingan (Advokasi): Program ini memberikan bantuan secara Individul kepada PDAM yang memiliki permasalahan seperti Masalah Keuangan, Tarif, dll.

Klinik: Program ini dirancang khusus untuk topik tertentu sesuai dengan kebutuhan atau yang sifatnya urgent di PDAM yang sakit/kurang sehat dimana Perpamsi menyediakan Dokternya. Sudah tiga tahap di Jakarta dan Makassar.

On The Job Training (OJT): Program ini dirancang khusus untuk PDAM yang kurang sehat dan sakit untuk magang di PDAM yang sehat selama satu bulan.

Tentang MAPAMNAS PERPAMSI

Sejak berdiri pada tanggal 8 April 1972, PERPAMSI sudah dua belas kali melaksanakan MAPAMNAS.  MAPAMNAS pertama diselenggarakan di Kopeng, Jawa Tengah, 7-8 April 1972, periode empat tahun berikutnya dan seterusnya MAPAMNAS diselenggarakan di kota-kota besar Indonesia yakni Medan, Ujung Pandang, Malang, Surakarta, Bali, Bandung, Jakarta, Makassar, Batam, dan terakhir di Palembang, 26-29 November 2013 yang mengantarkan Rudie Kusmayadi sebagai Ketua Umum PERPAMSI periode 2013-2017, menggantikan Ketua Umum sebelumnya, H. Syaiful. (jok)




Loading Facebook Comments ...