Search

Akibat Bom Ikan, 40 Persen Terumbu Karang di Perairan Papua Rusak

Dir Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto saat ditemui wartawan diruang kerjanya. (riy : foto)
Dir Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto saat ditemui wartawan diruang kerjanya. (riy : foto)

Jayapura,reportasenews.com – Sekitar 40 persen Terumbu Karang di Wilayah Perairan Utara Papua rusak parah akibat praktik pemboman ikan oleh oknum nelayan.

Dir Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto saat ditemui wartawan diruang kerjanya Kamis,(12/10) Menuturkan, berdasarkan hasil obervasi, pihaknya menemukan banyak terumbu karang mengalami kerusakan parah di sejumlah titik mulai dari wilayah perairan perbatasan Papua Nugini hingga Kota Jayapura bahkan sampai ke perairan Kabupaten Biak Numfor.

“Kerusakan Ini utamanya disebabkan karena kebiasaan nelayan tradisional yang menangkap ikan menggunakan bom atau yang biasa disebut Dopis”.ungkapnya.

Yulius menambahkan bahwa dampak dari pemboman ikan secara brutal ini sangat besar, karena bisa sampai radius 15-20 meter apabila bom itu dibuang di kedalaman air sekitar lima meter. “Bisa dibayangkan kalau seandainya oknum nelayan ini menggunakna puluhan bom ikan,”. tegasnya.

Pol Air menilai rusaknya terumbu karang akibat penggunaan bom ikan dapat mengurangi populasi biota laut, selain itu berpotensi menyebabkan abrasi di wilayah pesisir pantai Papua.

“Rusaknya terumbu karang akibat bom ikan juga tentunya berpotensi menyebabkan abrasi. Sebab karang juga berfungsi sebagai penahan air laut. Namun memang yang paling beresiko adalah tidak ada lagi biota laut yang bisa hidup. Akhirnya nanti semakin sulit mencari ikan dan harga ikan semakin mahal,”

Menyikapi kondisi ini, pihak kepolisian air Polda Papua terus memberikan himbauan  kepada masyarakat lokal pesisir melalui Bhabinkamtibmas,terkait dampak buruk penggunaan bom ikan. Bahkan Polda Papua pun telah mencanangkan gerakan cinta bahari yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Dari data Pol Air Polda Papua sejak tahun 2016-2017 pol air Polda Papua telah menangani 7 kasus pemboman ikan oleh masyarakat tradisional, diharapkan kedepan kasus pemboman ini terus menurun sehingga kekayaan biota laut di papua dapat terjaga. (riy)




Loading Facebook Comments ...