Search

Aksi Brutal Brenton Tarrant Tiru Taktik Radikalisasi yang Dilakukan ISIS & Video Game

Grafton Brenton Tarrant, pelaku penembakan di masjid  Christchurch, Selandia Baru.
Grafton Brenton Tarrant, pelaku penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru.

Jakarta, Reportasenews.com – Strategi media sosial yang digunakan oleh Brenton Tarrant, penembak masjid Christchurch mirip seperti yang lazim dipakai ISIS. Hal ini disampaikan  seorang peneliti  Harvard Kennedy School di Boston, Benjamin Decker  yang menyelidiki radikalisasi online.

Grafton, Brenton Tarrant, sebelum  melakukan serangan telah mengunggah manifesto sebanyak 73 halaman melalui media sosial untuk menyebarkan propagandanya.

Benjamin  mengatakan penembak dan perekrut  di Suriah menggunakan media sosial untuk menginspirasi serangan menggunakan  operasi manipulasi media untuk memancing wartawan agar memperkuat propaganda kebencian.

“Pelaku sering mengunjungi platform media sosial, strateginya lebih mirip taktik yang digunakan oleh ISIS selama puncak propaganda pada 2014 dan 2015,” kata Decker.

Postingan Tarrant di Twitter berisi beberapa tautan unduhan ke manifestonya, yang kemudian dibagikan di papan pesan kurang dari 30 menit sebelum serangan di masjid Christchurch.

Foto-foto juga diposting tentang senjata dan peluru amunisi yang ditulis dengan referensi Nazi dan sayap kanan, dan terlihat sedang digunakan dalam video.

Decker berkata, seperti halnya ISIS, manifesto Tarrant menggunakan simbolisme dan bahasa kode untuk melukiskan narasi historis tentang viktimisasi orang tertentu yang berusaha mendapatkan kembali kejayaan yang hilang.

“Pikiran pertama saya adalah bahwa ini adalah respons nasionalis kulit putih terhadap ISIS – ia secara khusus menciptakan sejumlah area pencarian bagi pembaca kontennya untuk melihat lebih jauh,” katanya.

Dalam manifestonya, Tarrant juga  mereferensikan sejumlah video game populer yang diminati  oleh anak-anak dan remaja. (dw/berbagai sumber)




Loading Facebook Comments ...