Search

Aksi Pembalakan Liar Marak di Situbondo, Perhutani Terkesan Tutup Mata 

Potongan kayu sonokeling berserakan di areal perhutani di Dusun Cottok, Desa Kayumas, Arjasa, Situbondo. (foto:fat)
Potongan kayu sonokeling berserakan di areal perhutani di Dusun Cottok, Desa Kayumas, Arjasa, Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews,com -Aksi pencurian kayu sonokeling milik Perhutani KPH Bondowoso, Jawa Timur, yang berlokasi di Dusun Cottok, Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo marak. Itu terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.
Akibatnya, puluhan  hektar hutan sonokeling  menjadi gundul. Ironisnya lagi, petugas Perhutani KPH Bondowoso, Jawa Timur, terkesan tutup mata dengan maraknya aksi pencurian kayu sonokeling tersebut.
Zaini, salah seorang warga Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini marak aksi pencurian kayu sonokeling milik Perhutani KPH Bondowoso. Meski demikian, petugas
Perhutani KPH Bondowoso terkesan tutup mata.
“Terbukti, dalam empat bulan terakhir ini, ada tiga  kasus pencurian kayu sonokeling yang ditangkap. Namun, dari tiga kasus tersebut, dua diantaranya dilepas oleh petugas, dengan alasan kayu desa, sedangkan satu kasus yang terakhir  terbukti merupakan kayu sonokeling milik perhutani,”ujar Zaini, Kamis (7/11/2019).
Menurutnya, berdasarkan bukti ratusan potongan kayu sonokeling di areal perhutani di Dusun Cottok, Desa Kayumas, dirinya menduga ratusan gelondong kayu sonokeling yang ditangkap oleh petugas gabungan antara petugas  Perhutani dengan  Polsek Arjasa, Situbondo, dirinya menengarai merupakan kayu sonokeling milik Perhutani.
“Sebab, sehari setelah  ditangkap oleh petugas gabungan, namun  tiba-tiba muncul surat desa. Padahal, saat ditangkap pemilik  tiga truk  kayu sonokeling tersebut,  tidak dapat menunjukan dokumen kepemilikan kayunya,”bebernya.
Lebih jauh Zaini menambahkan, karena dikhawatirkan dampak pembalakan liar akan mengakibatkan terjadinya longsor. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku pembalakan liar tersebut.”Karena yang akan menerima dampak langsung dari pembalakan liar tersebut warga Desa Kayumas,”pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...