Search

Aksi Tidak Direspon, Ibu ibu Buka Baju di Tengah Jalan

Ratusan warga yang masih tersulut emosi masih blokade jalur pantura, tampak ibu-ibu melepaskan bajunya di lokasi demo.(foto: dic)
Ratusan warga yang masih tersulut emosi masih blokade jalur pantura, tampak ibu-ibu melepaskan bajunya di lokasi demo.(foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Ratusan warga Desa Kelampok, Kecamatan Tongas, Kambupaten Probolinggo Jawa Timur, masih terus melakukan demo lanjutan terkait penutupan empat akses jalan utama yang tertutup oleh tol Probolinggo- Pasuruan (Paspro), Jumat (12/1).

Bahkan, ratusan warga yang didominasi ibu-ibu ini relah membuka bajunya di jalur pantura Tongas, penghubung  Surabaya-Situbondo. Ibu-ibu ini tak memperdulikan petugas kepolisian Polres Probolinggo Kota, yang melakukan pengamanan, saat aksi demo dan blokade jalan berlangsung.

Para ibu dan nenek ini, membuka baju dan kaosnya di  jalan, hingga mereka terlihat hanya memakai bra dan celana saja. Itu mereka lakukan agar mendapat respon dari pihak pengelola tol Paspro, karena tak memberikan akses jalan kepda warga.

Warga dibuat kebingunan untuk melewati atau menembus tol Paspro, karena ditutup. Bahkan menurut warga, jalan yagn ditutup itu merupakan jalan utama warga sejak dahulu.

Aksi saling dorong antara petugas dengan ratusan warga tak dihindarkan. Bahkan, para pendemo sampai membuka baju dan mengibaskan pada petugas. Salah seorang pria, terpaksa diamankan lantaran diduga menjadi provokator aksi ini.

Sebelumnya, petugas sudah melakukan upaya pembubaran secara persuasif, namun tidak digubris. Akhirnya anjing K9 dikerahkan untuk membubarkan para demonstran. Cara ini ampuh, untuk menghalau demonstran yang makin tak terkendali.

“Kami tidak mau tahu, itu adalah jalan milik kami, yang sudah digunakan sejak dahulu, kenapa ditutup. Kami kebingungan jalan. Kok empat jalan semua ditutup, apa maunya pengelola tol Paspro ini, saya tetap tidak terima,”tutur Susilowati, salah satu pendemonstran saat di lokasi.

Akibat aksi demo dan blokade jalan pantura Propbolinggo, arus lalu lintas terjadi kemacetan panjang sekitar 5 kilometer, baik dari arah barat maupun d ari arah timur.

“Perekonomian warga sangat tersendat akibat jalan ditutup. Bagaimana kita bisa melintas kalau tidak ada jalannya,”tambah Sutomo, salah satu warga.(dic)

 




Loading Facebook Comments ...