Search

Almira Penderita Polidaktil yang Ingin Jadi Polwan

Almira alias Mira bersama ibundanya Rahmawati. (foto: dic)
Almira alias Mira bersama ibundanya Rahmawati. (foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Genap sudah tujuh tahun usia Almira Sabina Putri, pengidap kelainan atau cacat bawaan sejak lahir (Polidaktil). Bocah asal Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo ini, kini duduk dibangku PAUD di desanya.

Meski penderita Polidaktil, Almira Sabina Putri atau kerap dipanggil Mira memimpikan kelak bisa menjadi seorang polisi wanita (polwan).

Penyakit Polidaktil yang diidapnya sejak lahir membuat kedua tangan dan kakinya raib. Bahkan parahnya lagi dia sama sekali tak bisa mengunyah dan mengkonsusmsi makanan layaknya teman seusianya.

Penyakit Polidaktil yang bahkan sempat membuatnya naik ke meja operasi ini, membuat sebagian daging dalam rongga mulut dan tenggorokannya harus diangkat guna memberikan ruang agar ada sedikit ruang bagi makanan untuk masuk ke dalam perutnya.

Tak sampai di situ saja, paska operasi yang dilakukan saat Mira berusia 3 tahun itu, membuatnya tak bisa sama sekali mengunyah makanan.

Mira hanya makan makanan lunak berupa bubur nasi dan air susu yang selalu diberikan ibunya semenjak dia lahir, “Hanya dua makanan itu saja yang bisa dia makan, selain itu dia bakal tersedak,” kata Rahmawati (43) ibunya.

Butuh Bantuan untuk Beli Susu

Almira tanpa kaki dan tangan. (foto: dic)

Almira tanpa kaki dan tangan. (foto: dic)

Rahmawati, menceritakan semua semakin sulit ketika ayah dari Almira, Saidan meninggal dunia. Sehingga membuatnya semakin terpukul dan harus bekerja ekstra keras dalam memenuhi kebutuhan empat anaknya. Rahmawati yang hanya seorang penjual pentol mengaku dalam sehari penghasilannya hanya sekitar Rp 20.000, padahal untuk memenuhi kebutuhan susu untuk Mira saja paling tidak dia harus membeli satu kotak susu seharga Rp 40.000 yang habis diminum dalam tiga hari.

Mira, yang tak bisa lepas dari gendongan ibunya itu, mengaku saat ini memang mendapat bantuan dari dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo sebesar Rp 200.000 perbulannya. Uang itu dipakainya hanya untuk memenuhi kebutuhan susu anaknya yang diakuinya memang sangat kurang.

Saat mengikuti pengobatan masal gratis yang digelar Polres Probolinggo, di Desa Pasembun, Kecamatan Kotaanyar, Mira yang tak lepas dari ibundanya itu, tampak sumringah setelah mendapat perhatian dari Polres Probolinggo beserta jajarannya, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

“Tapi syukur Alhamdulillah kini ada bantuan berupa kursi roda dan santunan dari Kapolres Probolinggo yang sedikit meringankan beban saya yang tak harus selalu menggendong Mira, karena punggung saya sudah tak kuat lagi menggendongnya setiap saat. Mira tidak bisa bicara, sejak sebagian daging dalam kerongkongannya diangkat,” kata Rahmawati.

Kepada Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Rahmawati berkeluh kesah, tentang keinginannya melihat anaknya Almira untuk memiliki kaki dan bisa melihatnya berlari dan berjalan laiknya anak normal lainnya.

“Mira ingin punya kaki palsu pak kapolres, biar dia bisa berjalan dan kelak bisa menjadi seorang polwan,” kata Rahmawati diikuti anggukan Mira.

Mira Anak Pintar

Almira saat bersama dengan Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin. (foto: dic)

Almira saat bersama dengan Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin. (foto: dic)

Keinginan itu disanggupi oleh kapolres yang menjanjikan akan mengabulkan keinginan bocah yang dikenal pandai di kelasnya ini.

“Mira anak yang pintar, ditengah keterbatasannya itu dia tetap bersekolah dan dari keterangan gurunya, anak ini memang pintar. Dan saya akan usahakan penuhi keinginan bocah ini,” kata Kapolres Arman, sambil menggendong Mira,” ujar Kapolres Probolinggo.

“Kami akan memenuhi permintaan Mira. Kami akan pasang kaki palsu di kedua kaki Mira. Dia anaknya pintar dan cerdas, dia ingin menjadi polisi wanita. Kami hanya bisa membantu untuk pengobatan hingga Mira sembuh. Kaki palsu segera kami berikan kepada Mira,”tambah Kapolres Arman.(dic)




Loading Facebook Comments ...