Search

Andri, Peternak Sapi Simental Bahagia Sapinya Dibeli Jokowi Seharga Rp 75 juta

Sapi jenis Simental dengan berat 1,2 ton tersebut dibeli Jokowi seharga Rp 75 juta
Sapi jenis Simental dengan berat 1,2 ton tersebut dibeli Jokowi seharga Rp 75 juta

Pontianak, reportasenews.com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membeli sapi kurban milik peternak lokal asal Patok 16, Desa Rasau Jaya I, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu, Raya, Kalimantan Barat.

Sapi jenis Simental dengan berat 1,2 ton tersebut dibeli Jokowi seharga Rp 75 juta yang telah dipesannya satu bulan yang lalu. Sapi jenis Simental ini, Selasa (28/7/2020) diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam hal ini, Gubernur Kalimanta Barat, Sutarmidji yang kemudian diserahkan kepada pengurus masjid di Dusun Pinang, Desa Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Sapi simental ini rencananya akan dipotong pada saat Idul Adha 1441 Hijriah pada 31 Juli mendatang. Gubernur Sutarmidji mengatakan, sapi ini dibeli presiden Jokowi dari peternak sapi lokal, namun tak tahu berapa harganya yang dibeli. “Sapi ini beratnya mencapai 1,2 ton, dan akan diserahkan kepada pengurus Masjid di Segedong,” kata Sutarmidji.
Sapi ini dipelihara oleh Andri setahun lebih yang dibeli dari peternak di Jawa Timur seharga Rp 32 juta dan dibeli presiden Jokowi seharga Rp 75 juta. “Senang sekali sapi saya dibeli presiden, dan diberi makan ampas tahu, umbut sagu, dan rumput,” jelas Andri. Untuk tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan hewan qurban berupa sapi sebanyak 40 ekor, dan lima diantaranya sumbangan langsung keluarga Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji.
Sapi sumbangan presiden Jokowi ini sudah mengantongi surat kesehatan hewan seperti pemeriksaan ante-mortem adalah pemeriksaan kesehatan hewan potong sebelum hewan disembelih dan telah mendapatkan sertifikat vetiriner. Sutarmidji menegaskan karena masih di tengah pandemi Covid 19, pemotongan hewan qurban hanya dilakukan oleh panitia penyembelihan hewan qurban, termasuk pembagian daging qurban harus diatur dan dihindari adanya kerumunan dan keramaian agar tidak menimbulkan kluster baru penularan Covid 19. (das)



Loading Facebook Comments ...