Search

Anggota DPRD Situbondo Bantah Gunakan Uang Persediaan  Rp.500 Juta 

Tim Pidsus Kejari Situbondo saat melakukan penggeledahan di ruang sekretariat DPRD SItubondo beberapa waktu lalu. (foto:fat)
Tim Pidsus Kejari Situbondo saat melakukan penggeledahan di ruang sekretariat DPRD SItubondo beberapa waktu lalu. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Anggota DPRD Kabupaten Situbondo membantah memakai Uang Persediaan (UP) sebesar Rp.500 juta, dengan alasan  segala bentuk keuangan untuk anggota dewan sudah disediakan.

Bantahan tersebut disampaikan oleh Rudi Alfianto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Situbondo,  kecil kemungkinan hal tersebut terjadi. Apalagi UP bukan dialokasikan untuk kegiatan anggota.”Melainkan digunakan untuk bayar listrik, air, dan lain sebagainya. Jadi kecil kemungkinan  UP itu   dipakai anggota,” ujarnya.

Meski begitu, Rudi belum berani memastikan hal itu. Dalam pandangannya, bukan tidak mungkin digunakan untuk membiayai program-program yang berkaitan dengan anggota DPRD. Jikapun dipakai, itu bukan urusan anggota. “Kita adalah pihak yang dilayani,” tambah Rudi.

Artinya, jika digunakan oleh anggota DPRD, itu menjadi urusan sekretariat. Tidak ada sangkut pautnya dengan anggota. Sebab, untuk keuangan yang digunakan kegiatan, menjadi tanggung jawab bagian sekretariat.

“Misalnya ada kunjungan kerja ke luar daerah. Uang perjalanan dinas, tempat penginap, itu sekretariat yang mengatur. Kita tahunya dapat uang perjalanan, dan lain sebagainya,”beber  Rudi.

Menurutnya, anggota DPRD tidak mengurusi tataran teknis. Karena itu, tidak seharusnya uang UP dikait-kaitkan dengan anggota DPRD. “Jelas kami tidak tahu. Yang penting menjalankan tugas, melaksanakan kewajibannya, lalu menerima hak. Intinya, kami tidak mengelola keuangan,”pungkasnya.

Sementara itu, pihak Kejaksanaan Negeri (Kejari) Situbondo tidak dapat dikonfirmasi terkait  perkembangan kasus dugaan korupsi UP DPRD Situondo sebesar Rp. 500 juta tersebut.

Bahkan, ketua tim penyidik UP Kejari Situbondo, Yasin Joko Pratomo yang dihubungi sejumlah wartawan, juga enggan berbicara. Pesan singkat yang dikirim melalui wathsapp (WA)  tidak dibalas. Padahal, dia sudah membaca pesan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Situbondo menggeledah ruang sekretariat DPRD, terkait dugaan korupsi UP sebesar Rp.500 juta, dalam penggeledahan  itu penyidik Kejari Situbondo membawa satu kardus dan satu kopeer dokumen di ruangan Sekretariat DPRD Kabupaten Situbondo.(fat)




Loading Facebook Comments ...