Search

Angin Puting Beliung Terjang Samalantan, Sejumlah Pohon Tumbang diJalur Singkawang – Bengkayang 

Ilustrasi. (foto:istimewa)

Pontianak, reportasenews.com – Dua wilayah Kalimantan Barat, Rabu (8/7) sekitar pukul 14.00 WIB alami cuaca ekstrim. Di Samalantan, Kabupaten Bengkayang, angin puting beliung rusak atap bangunan dan menumbangkan pepohonan yang menyebabkan arus lalu lintas dari dan ke arah Singkawang-Bengkayang terhalang batang dan ranting pohon yang tumbang.

Kejadian serupa di waktu yang nyaris sama, di Anjungan, Kabupaten Mempawah, air bah menyebabkan jalanan tergenang air dan rumah retret di kawasan ini tak luput dari terjangan air bah yang turun dari perbukitan.
Hingga saat ini belum dilaporkan berapa banyak bangunan dan jalan yang alami kerusakan.
Sementara Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori menjelaskan, hari ini telah terjadi cuaca ekstrem yang diduga puting beliung di Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang.
Akibat puting beliung tersebut dilaporkan beberapa rumah mengalami kerusakan pada atap, tumbangnya papan reklame, dan tumbangnya pohon yang menghalangi akses jalan utama Bengkayang -Singkawang.
Berdasarkan pengamatan radar cuaca hari ini hujan sudah mulai terjadi pagi pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Hujan ini terus meluas hingga ke seluruh wilayah Kalimantan Barat hingga sore hari ini.
Nanang meyebut, hujan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Kabupaten Bengkayang terjadi pada rentang pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB.
“Diprakirakan hingga tanggal 15 Juli 2020 nanti, masih berpotensi terjadi gangguan meteorologis yang meningkatkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” jelasnya.
Ditambahkannya, diprakirakan masih akan terjadinya hujan ini mengindikasikan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat masih akan dalam kategori aman, setidaknya hingga pertengahn bulan Juli 2020 ke depan.
Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat tersebut bisa disertai dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat. Angin kencang berdurasi singkat diprakirakan terjadi di Kalimantan Barat bagian barat terutama pada siang hingga sore hari.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan periode waktu yang cukup lama tersebut bisa memicu terjadinya genangan, banjir, tanah longsor, dan dampak merugikan lainnya.
Periode pasang air laut saat ini hingga 3 hari ke depan diprakirakan juga masih tinggi terutama pada malam hari, sehingga Masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologis tersebut, khususnya pada wilayah yang sering terdampak.
“BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak sebelumnya sudah menyampaikan rilis potensi cuaca ekstrem ini pada tanggal 6 Juli 2020 dan terus diupdate pada potensi peringatan dini cuaca ekstrem 2-3 jam ke depannya. Masyarakat dihimbau untuk memperbarui informasi cuaca terkini,” tutupnya. (das)




Loading Facebook Comments ...