Search

Angka Golput di Gresik pada Pilkada Serentak 2018 Masih Cukup Tinggi

omisioner KPU Gresik Makmun saat memantau coblosan Pilgub Jatim beberapa waktu lalu. (dik)
omisioner KPU Gresik Makmun saat memantau coblosan Pilgub Jatim beberapa waktu lalu. (dik)
Gresik, reportasenews.com – Pasca Pilgub Jatim, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik, ternyata pada Pilgub Jatim 27 Juni 2018 lalu tercatat sebanyak 286.865 orang pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Data ini merupakan bukti yang tak terbantahkan jika angka Golput di Gresik masih cukup tinggi.
Makmun,  Komisioner KPU Kabupaten Gresik mengatakan, bahwa sesuai data yang dimiliki KPU Gresik, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Gresik pada Pilgub Jatim 27 Juni 2018 tercatat sebanyak 904.802 pemilih.
Meski secara umum angka partisipasi Pilgub Jatim 2018 di Kabupaten Gresik meningkat 68,30 persen, dibandingkan Pilgub Jatim 2014, tapi angka orang yang tidak menggunajan hak pilihnya masih cukup tinggi, yaitu ada 286.865 pemilih yang tidak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara).
“Berdasarkan data yang kami miliki di KPU Kabupaten Gresik, dari total jumlah DPT sebanyak 904.802 pemilih, mereka yang menyalurkan hak politiknya hanya sebanyak 617.973 orang,” beber Makmun, Selasa (03/07/2018).
Ditambahkan Makmun, para pemilih yang mengunakan hak pilihnya pada Pilgub Jatim 2018 didominasi kaum perempuan. ” Jika dirinci, dari total pemilih yang mengunakan hak pilihnya tercatat sebanyak 617.973 orang. Untuk kaum laki-laki ada 284.096 atau 63,10 persen. Sedangkan pemilih perempuan sebanyak 333.877, atau 73.45 persen,” tandasnya.
Tingginya angka Golput itu kata Makmun,  bukan karena kurangnya sosialisasi yang dilkukan KPU Gresik, namun itu sudah menjadi keputusannya mereka untuk tidak memilih.  Sementara,  alasan Golput itu beragam. Bisa jadi karena calon yang muncul tidak dikehendaki dan juga memang benar-benar mereka tidak punya pilihan. (dik)



Loading Facebook Comments ...