Search

Antisipasi Aksi Teror, Pemkab Situbondo Gelorakan Tamu Wajib Lapor 1×24 Jam

Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono. (foto:fat)
Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono. (foto:fat)

Situbondo,reportasnews.com – Paska peledakan bom pada tiga lokasi di Kota Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Pemkab Situbondo menggelorakan  Tamu yang datang dan tinggal selama 24 jam atau lebih, diwajibkan melapor keberadaanya kepada RT/RW setempat. Ini sebagai upaya untuk mencegah tindakan radikalisme dan terorisme.

Bahkan, untuk mempersempit aksi pelaku teror di Kabupaten Situbondo, Pemkab Situbondo mengundang para Kepala Desa (Kades), ketua RT/RW,  Babinsa, dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Situbondo di Pendopo Kabupaten Situbondo. Selain itu, Forkopimda Situbondo juga hadir.

Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono mengatakan, bagi masyarakat pendatang yang ada di kos-kosan, dan rumah kontrakan yang tinggal sementara harus sepengetahuan RT/RW. “Apa yang digelorakan hari ini, sebenarnya sudah ada legalitas hukumnya,”kata AKBP Awan Hariono, Selasa (15/5)

Menurutnya, aturan yang diberlakukan itu sudah diatur dalam KUHP Pasal 515 dan pasal 516 tentang kewajiban masyarakat yang bertamu untuk melaporkan ke perwakilan pemerintah daerah di tingkat RW/RT. Selain itu, juga diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 05 tahun 2007. “Jadi sudah ada legalitasnya. Harapan kita nantinya, gerakan ini mendapatkan legitimasi dari masyarakat,” kata Awan.

Awan menambahkan, gerakan tersebut sebenarnya sudah lama digelorakan, yaitu sejak pemerintahan orde baru. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, gerakan itu hilang. “Ini yang kita hidupkan kembali. Situbondo yang pertama memulai,” katanya.

Awan mengaku, yang mendasari gerakan wajib lapor 1×24 jam, karena kejadian pengeboman oleh teroris belakangan ini. Diharapkan, upaya tersebut bisa mencegah tindakan radikalisme dan terorisme. “Ini bentuk deteksi dini. Embrio keamanan paling bawah ada RT,” pungkasnya.

Sementara itu,  Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menegaskan, dengan diterapkannya kembali aturan tamu wajib lapor 1×24 jam di tingkat RT/RW, nantinya dapat mempermudah aparat kepolisian dan TNI untuk mendapatkan informasi dari masyarakat. Sehingga dapat mencegah dini terjadinya aksi teror bom seperti yang terjadi di Surabaya.

Kekuatan masyarakat dalam memberikan informasi terkait radikalisme maupun terorisme, katanya, tidak dimiliki negara maju lainnya. Makanya, peraturan tamu wajib lapor 1×24 jam kepada RT/RW jika berjalan dengan baik, maka kondusifitas di Kabupaten Situbondo akan terjaga.

“Konsolidasi hari ini dengan menghadirkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan RT/RW untuk menggelorakan kembali fungsi RT/RW dalam membantu mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme,”ujar Bupati Dadang.(fat)




Loading Facebook Comments ...