Search

Antisipasi Tahun Politik yang Kian Memanas, FBR akan Jaga “Kampung”

Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), Lutfi Hakim. (foto.dik)
Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), Lutfi Hakim. (foto.dik)

Jakarta, Reportasenews.com – Forum Betawi  Rempug (FBR) adalah salah satu Organiasi Masyarakat (Ormas) yang cukup populer di Jakarta dengan anggota yang tersebar di wilayah Jabobetabek. Dengan anggota lebih dari 500 ribu, Ormas yang didirikan pada tahun 2001 lalu ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat yang tergabung dalam FBR agar lebih bemartabat dan tidak merasa rendah diri.

“Karena ada martabat dan harga diri diharapkan mereka bisa mempunyai posisi tawar dan sejajar dengan orang lain, mereka juga bisa besenergi dengan pihak lain tanpa pamrih sebagaimana organisasi ini mengajarkan” jelas Ketua Forum Betawi Rempug, Lutfi Hakim kepada reportasenews.com.

Lutfi tak membantah jika ormas yang dipimpinnya kerap terlibat masalah yang berujung dengan berurusan dengan pihak keamanan. Ia menilai, hal tersebut merupakan dinamika dalam upaya memberdayakan mereka.

“Bisa jadi apa yang dilakukan semata mata hanya kepentingan oknum yang mengatasnamakan organisasi, meski sebenarnya tidak sepenuhnya tanggungjawab kami, namun sebagai dinamika untuk memberdayakan mereka, kami mencoba membantu pemeritah terlibat dalam tanggung jawab tersebut.”, ungkap Lutfi.

Apa yang kerap terjadi di lapangan adalah proses untuk memberdayakan mereka dan pembinaan akan terus dilakukan.

“Pembinaan jelas rutin kita lakukan, kalau tidak rutin jelas kita tidak kenal satu dengan yang lain, membentuk sebuah persaudaraan itu bukan semata mata diikat dengan kartu keanggotaan saja, tapi juga harus dibina terutama  masalah komunikasi”, tambahnya.

Memasuki tahun politik, dengan jumlah anggota yang sangat besar, tentunya FBR menjadi incaran banyak partai politik untuk mendekati mereka, namun Ketua FBR kembali menegaskan bahwa organisasinya tidak berpartai.

“Secara organisasi FBR tidak berpartai, namun membebaskan seluruh anggotanya untuk terlibat dalam partai politik manapun, kecuali saya, kalau saya ikut berpartai itu artinya mengebiri hak politik temen temen, karena sebagai ketua saya mempunya hak komando” aku Lutfi.

Bagi FBR yang diharapkan  adalah kedewasaan berpolitik semua anak bangsa, dan perbedaan merupakan hal wajar.

“Persatuan itu tidak harus seragam, tidak harus sama justru persatuan itu dangan warna bendera yang  berbeda tapi kita bisa duduk bersama untuk mewujudkan masa depan bangsa. Saya berharap setiap  anak bangsa mengajarkan kedewasaan dalam berpolitik, bahwa persoalan perbedaan pandangan, perbedaan sikap dan pilihan itu dalah sebuah keniscayaan dan menjadi modal untuk merekatkan sesama anak bangsa.” harap Lutfi.

Meski tidak dapat dipungkiri suasana kian memanas memasuki tahun politik, Luthfi berharap Indonesia dapat melaksanakan pesta demokrasi secara aman dan damai tanpa gangguan apapun.

“Kami berharap bangsa ini bisa menyelesaikan hajat besar tanpa gangguan apapun, dalam konsep kami Jaga Kampung, karena kampung kami adalah bagian kampung Indonesia yang besar”, tutup Lutfi. (dik)




Loading Facebook Comments ...