Search

Apa Kabar Polisi, 10 Bulan Kasus Novel Baswedan Belum Terungkap

Walaupun kondisi kesehatan kedua mata Novel Baswedan belum sepenuhnya pulih,  Novel akan pulang dari Singapur hari ini,  Kamis (22/2/2018)
Walaupun kondisi kesehatan kedua mata Novel Baswedan belum sepenuhnya pulih, Novel akan pulang dari Singapur hari ini, Kamis (22/2/2018)

Jakarta, reportasenews.com- Sudah dua Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya silih berganti, sejak Irjen Pol Mochamad Irawan (16/09/2016- 20/07/2017) hingga kini Kapolda Metro Jaya dijabat Irjen Pol Idham Azis, namun kasus penyiraman asam sulfat (H2 SO4) terhadap Novel Baswedan belum terungkap ?

Selama sepuluh bulan penyidik senior KPK ini harus menjalani beberapa kali operasi kedua matanya di Singapore National Eye Center (SNEC), Singapura. Dan selama ini pula polisi masih belum mampu menemukan siapa pelaku penyiraman itu.

Novel disiram air keras saat ia baru menunaikan sholat subuh di Masjid Al-Ihsan yang berada di komplek perumahan korban di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa 11 April 2017. Kejadian di Jalan Deposito ini berlangsung begitu cepat, air keras sudah terlanjur membasahi wajah Novel.

Peristiwa ini bukanlah peristiwa pertama kali kepada Novel Baswedan, melainkan peristiwa berulang yang pernah dilakukan terhadap beliau, mulai dari intimidasi, bahkan Novel pernah ditabrak dari belakang menggunakan mobil Avanza saat ia sedang mengemudi sepeda motor di Wisma Gading Permai, sampai dengan peristiwa penyiraman air keras.

Saat itu, Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono menyatakan, pelaku berjumlah 2 orang dan menaiki kendaraan bermotor berjenis matic. Polisi kemudian mengambil sampel air keras saat melakukan olah TKP dan memeriksa 14 orang saksi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung memerintahkan Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan dengan yakin mengatakan ada aktor intelektual dalam kasus penyiraman Novel.

Sebanyak 4 kali polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP ), namun barang bukti yang ditemukan masih belu bisa memberikan petunjuk. Rekaman CCTV dan sketsa wajah yang diduga tersangka juga tidak membawa polisi kepada pelaku.

Sepuluh hari setelah penyiraman air keras terhadap Novel, polisi memeriksa 2 orang mencurigakan yang setelah diselidiki ternyata bukan merupakan pelaku penyiraman.

Waktu terus berjalan, berbagai analisa dan dugaan silih berganti, isu adanya seorang jenderal di balik penyiraman tersebut pun beredar. Namun tidak pernah keluar siapa nama jenderal yang dituduhkan Novel?

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menunjukkan dua sketsa yang diduga pelaku penyiraman air keras ke mata Novel Baswedan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menunjukkan dua sketsa yang diduga pelaku penyiraman air keras ke mata Novel Baswedan

Sampai giliran Kapolda Metro Jaya Idham Azis turut mengeluarkan hasil temuannya. Dua sketsa yang diduga pelaku Idham rilis ke media.

Idham menjelaskan, sketsa tersebut hasil kerja dari tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri. Mereka menganalisa berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi penyiraman Novel.

Lebih lanjut Idham mengatakan, pihaknya baru mendapatkan gambaran wajah pelaku saat ini lantaran kerja sama dengan AFP butuh waktu untuk proses administrasi.

Hari ini, Kamis 22 Februari 2018, pejuang anti korupsi Novel Baswedan akan pulang dari Singapur, walaupun kedua matanya belum berfungsi sempurna. Kondis mata Novel masih harus berobat jalan di Jakarta, namun semangat Novel masih terus membara. Seperti yang dulu pernah dia katakana.
“Saya tegaskan bahwa itu tidak akan bisa sebagaimana yang mereka harapkan. Begitu juga dengan harapan orang-orang yang telah berupaya untuk menyerang saya, untuk memendam, untuk menghentikan langkah-langkah pemberantasan korupsi, saya ingin menunjukkan bahwa harapan orang-orang itu akan sia-sia, tidak ada gunanya,” tegas Novel.

Sebenarnya sejauh mana kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan?

“Kami terus bekerja, Tim Khusus masih bekerja, “ tegas Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (21/2/2018). (win)




Loading Facebook Comments ...