Search

Apakah Ustadz Bachtiar Nasir Sudah Berada Di Arab Saudi?

Ustadz Bachtiar Nasir batal hadiri pemenggilan pemeriksaan polisi karena berada di Arab Saudi?
Ustadz Bachtiar Nasir batal hadiri pemenggilan pemeriksaan polisi karena berada di Arab Saudi?

Jakarta, reportasenews.com-Apakah benar Ustadz Bachtiar Nasir sudah berada di Arab Saudi? Azis Yanuar sebagai kuasa hukum Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan, UBN sedang berada di Arab Saudi untuk menghadiri undangan Liga Muslim Dunia. Azis juga menjelaskan, UBN tidak akan menghadiri panggilan pemeriksaan polisi terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang di  Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Selasa (14/5).

Aziz menyebutkan, bahwa Liga Muslim Dunia tersebut diselenggarakan di Arab Saudi, dan tidak mengetahui kapan UBN akan kembali ke tanah air.

“Nanti saya kasih bukti undangannya ya, belum tau kapan balik ke Indonesia,” kata Azis Yanuar kepada wartawan di Jakarta.

Panggilan pemeriksaan UBN pada hari ini, Selasa (14/5) adalah panggilan pemeriksaan ke tiga dalam kasus dugaan TPPU. Panggilan pemeriksaan pertama dilakukan pada tahun 2018. Pemanggilan pemeriksaan UBN sebagai tersangka pada hari Rabu 8/5/2019, namun mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ini tidak mehadiri pemeriksaan tersebut karena memiliki acara pribadi, hal ini disampaikan kuasa hukum UBN, Azis Yanuar.

Diberitakan sebelumnya, Polri sebenarnya sudah mengirimkan surat permohoan cekal kepada Dirjen Imigrasi Kementrian Hukum Ham, untuk mencegah UBN berpergian ke luar negeri.

Kepala Biro Peneranga Humas Mabes Polri Brgjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, surat tersbut sudah dikirim pada Kamis malam (9/5/2019). “Ya betul, surat  permohonan cekal sudah dikirim ke Dirjen Imigrasi Kementrian Hukum dan Ham,” kata Dedi

Terkait kasus ini, UBN diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut. (tjg)




Loading Facebook Comments ...