Search

Asah Inovasi Siswa Lewat Ajang Festival Sains Gresik

Wabup Qosim didampingi Kadispendik Mahin saat meninjau stad di ajang FSG 2018. (dik)
Wabup Qosim didampingi Kadispendik Mahin saat meninjau stad di ajang FSG 2018. (dik)
Gresik, reportasenews.com – Peran Pemerintah Kabupaten Gresik dalam upaya meningkatkan apresiasi siswa terhadap inovasi, kreativitas serta daya cipta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) terus dilakukan.
Untuk itu, melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, Pemkab Gresik kembali menggelar Festival Sains Gresik (FSG) tahun 2018 di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kamis (02/08/2018) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Gresik H. Moh. Qosim.
Banyak inovasi dan hasil karya para siswa jenjang SD dan SMP dipamerkan melalui deretan stand.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian Wabup Qosim, yakni saat meninjau stand yang menyajikan inovasi permainan monopoli untuk memperkenalkan huruf dan angka bagi anak tunanetra usia 6-8 tahun.
Di stand tersebut, Wabup melihat permainan monopoli yang langsung diperagakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Dalam kesempatan itu, Qosim menyatakan bahwa melalui kegiatan FSG ini dimaknai sebagai wadah kompetisi yang dibutuhkan untuk mengasah kompetensi pada abad 21 saat ini.
“Kami menginginkan lebih banyak anak-anak kita yang menciptakan sesuatu. Dan ini harus dioptimalkan. Karena inovasi dan kreativitas itulah kata kunci yang menjamin bangsa ini akan survive di masa yang akan datang,” tandas Wabup Qosim.
Wabup berharap, kita tidak menginginkan bangsa yang hanya bangsa konsumtif, namun akan lebih didorong menjadi bangsa yang produktif dan inovatif. Oleh sebab itu, Qosim mengimbau kepada para guru, terutama para pembimbing siswa dalam menciptakan inovasi, untuk selalu mengedepankan komunikasi yang lebih intens, sehingga siswa mampu meningkatkan daya kreativitas secara maksimal.
Sementara, Kepala Dispendik abupaten Gresik Mahin menambahkan, kegiatan FSG ini merupakan tahun kedua. “Tahun lalu kami juga menyelenggarakan kegiatan yang sama. Namun di tahun ini, antusiasme siswa dan inovasi yang diciptakan nampaknya semakin meningkat dari tahun sebelumnya,” terang Mahin.
FSG tahun ini, lanjut Mahin, diikuti 30 kelompok stand dari 18 lembaga pendidikan tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Gresik. “Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat merangsang dan menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak dan remaja dalam penelitian. Di sisi lain juga untuk menumbuhkembangkan suasana kompetitif yang sehat dalam kebersamaan,” pungkas Mahin kepada Reportasenews.com. (dik).



Loading Facebook Comments ...