Search

Asuransi Manuliffe Resmi Dilaporkan ke OJK

Manulife resmi dilaporkan OJK. (foto:ist)
Manulife resmi dilaporkan OJK. (foto:ist)

Jakarta,reportasenews.com – Kuasa hukum Johan Solomon, Husendro, resmi melaporkan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan tersebut dilayangkan karena Manulife menolak pembayaran uang pertanggungjawaban kepada pemegang polis.

“Hari ini kami sudah laporkan juga ke OJK,” kata Husendro saat dihubungi, Senin (13/11).

Husendro berharap, OJK sebagai pengawas sektor jasa keuangan  mampu melindungi kepentingan konsumsen dan masyatakat. Melalui pengaduan ini, agar OJK dapat mempelajari laporan kami dan menyelesaikannya dengan adil.

“OJK harus dapat meningkatkan pengawasannya di sektor asuransi dan menata regulasi aturan teknis yang lebih melindungi konsumen,” pungkas Husendro.

Sebelumnya, Rabu 1 November 2017 lalu Manulife Indonesia benar-benar dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh pihak kuasa hukum dari Johan Solomon (65). Yang kini laporan tersebut ditangani dan masih didalami oleh Subdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipdter) Bareskrim Polri.

Awal perkara ini, ketika terbit Polis Asuransi Jiwa Manulife atas nama S.K Johny pada 30 Oktober 2014 dengan ketentuan pembayaran premi per tahun sebesar USD 27.664 dan uang pertanggungan sebesar USD 500.000.

Hampir dua tahun berjalan, tepatnya Selasa 11 Oktober 2016, pemegang Polis atas nama S.K Johny wafat. Johan Solomon adalah kakak dari almarhum. Selaku ahli waris, pada 17 Oktober 2016, ia mendatangi Kantor PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di Sampoerna Strategic Square, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, untuk mengurus kepentingan pengajuan klaim asuransi.

Johan memenuhi seluruh persyaratan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Ketentuan Umum Polis Pasal 10 ayat 10.2, huruf a juncto UU 40/2014 tentang Perasuransian.

Namun kemudian, pada tanggal 21 Agustus 2017, Manulife secara resmi mengeluarkan surat yang intinya menolak seluruh klaim yang seharusnya menjadi hak ahli waris. Anehnya, pihak Manulife malah meminta Johan selaku ahli waris untuk menandatangani formulir pengembalian premi yang sudah dibayarkan oleh pemegang polis selama dua tahun.

Seharusnya, kewajiban Manulife yang sesuai perjanjian dengan pemegang polis adalah membayar pertanggungan 100 persen dengan total nilai USD 500.000, yang kalau dirupiahkan sekitar Rp 6,7 miliar.(*)




Loading Facebook Comments ...