Search

Atasi Banjir di Kabupaten Pasuruan, Dinas SDA Jatim Butuh Anggaran Rp 1 Triliun

Kadis SDA Provinsi Jatim, Dahlan dan Kadis DLH Kabupaten Pasuruan, Muchaimin beserta rombongan saat laksanakan penghijauan di hutan Meliwis, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (foto : abd)
Kadis SDA Provinsi Jatim, Dahlan dan Kadis DLH Kabupaten Pasuruan, Muchaimin beserta rombongan saat laksanakan penghijauan di hutan Meliwis, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Untuk mengatasi bencana banjir yang menjadi langganan tiap tahunnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur,  mengajukan anggaran ke pemerintah pusat sebesar Rp 1 Triliun.

Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Timur, Dahlan menyampaikan, untuk mengatasi banjir di Pasuruan ada berbagai cara.”Yakni normalisasi sungai di Pasuruan. Kami sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk atasi sungai Welang, Kedunglarangan, Wrati, Rejoso, dan lainnya,” katanya, saat hadiri peringatan World Water Day di kampung Pancar Air, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/3/2018).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan studi dan lakukan kajian terkait rencana normalisas sungai secara besar-besaran. Sehingga diharapkan persoalan banjir yang tiap tahunnya terjadi di Kabupaten dan Kota Pasuruan bisa teratasi sedini mungkin.”Mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Sungai-sungai di Pasuruan ini banyak yang menjadi tanggung jawab kami, makanya kami usulkan normalisasi,” ungkapnya.

Menurut Dahlan, normalisasi ini hanya salah satu cara untuk mengatasi banjir. Ia menyebut, salah satu faktor penyebab baniir adalah pendangkalan sungai. Sehingga normalisasi harus dilakasanakan. Dengan langkah ini banjir di Pasuruan sudah tidak ada.”Selain normalisasi, harus ada dukungan dan support dari stakeholder lainnya. Artinya, harus ada dukungan dari Pertanian, Perhutani, dan pihak lain,” beber dia.

Menurut dia, selain upaya normalisasi, upaya penanaman pohon juga harus terus dilakukan. Kata dia, penanaman pohon ‎untuk mengantisipasi pohon – pohon yang menjadi korban penebangan hutan liar. Dalam kesempatan ini, Dahlan dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pasuruan, yakni Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan lainnya juga ikut menanamkan pohon dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia.

Dahlan menambahkan, bahwa pihaknya juga ingin membuat badan yang menaungi sungai, khususnya sungai di Pasuruan sampai Banyuwangi. Sejauh ini lanjut dia, hanya ada dua badan yang menaungi sungai Brantas dan Bengawan Solo. Ada BPWS Brantas dan Bengawan Solo.”Kalau di wilayah timur sudah terbentuk badan sungai, maka dijamin akan lebih tertata. Bahkan ada upaya secara berkala,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Muchaimin, mengajak semua pihak ikut menanam pohon. Tujuannya, untuk ikut menanami pohon yang sudah tumbang akibat penebangan liar. “Menjaga lingkungan untuk masa depan dan kelestarian air untuk generasi di masa yang akan datang. Kami sudah ajak semua pihak untuk bergandengan tangan menggelorakan semangat menanam pohon ini,” terangnya. (abd)




Loading Facebook Comments ...