Search

Atasi Krisis Listrik, Pemkot Pontianak Gandeng Investor Tiongkok Kelola Sampah Jadi Energi Listrik

Penandatanganan  MOu Kerjasama Pembangkit Listrik dari Sampah
Penandatanganan MOu Kerjasama Pembangkit Listrik dari Sampah

PONTIANAK, REPORTASE – Krisis listrik dan seringnya pemadaman bergilir membuat pemerintah kota (Pemkot) Pontianak mengambil langkah strategis untuk pemenuhan kebutuhan listrik.

Seiring pesatnya pembangunan infrastruktur. Langkah prestisius ini dengan mengandeng investor asing asal negeri Tirai Bambu, Tiongkok.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mewakili Pemkot Pontianak dan Zhi Qiang Gu dari Shanghai Electric yang berkedudukan di Tiongkok.

“Dua perusahaan Tiongkok, yakni  Shanghai Electric Group Co. Ltd dan Zhong Sheng Hua Tai International Energy Co. Ltd berniat mengembangkan teknologi baru yakni  pengelolaan sampah menjadi energi listrik,” kata Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono kepada wartawan, Jumat (30/9) di Balai Kota Pontianak.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangi di Hotel Grand Kartika Pontianak, disebutkan rencana  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang terletak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batulayang.

“Ke depan, setelah penandatanganan MoU ini, kita akan melakukan pembicaraan lebih detail dan pekerjaan lebih detail berupa feasibility study (FS) serta kelayakan untuk program pembangunan PLTS tersebut,” ujar Edi.

Edi menyebutkan kerjasama ini  berawal dari kajian-kajian teknis maupun non teknis yang dilakukan beberapa waktu silam. Inti dari kesepakatan ini, terang Edi, diharapkan pengelolaan sampah di Kota Pontianak akan semakin baik.

“Bila hal ini terwujud, saya optimis persoalan sampah bisa tuntas dan Pontianak akan mendapat suplai daya listrik sekitar 8 sampai 10 Megawatt (MW). Selain Pontianak bersih, kita juga akan mendapatkan daya listrik sekitar 8 – 10 MW,” tuturnya.

Edi berharap proyek kerja sama ini  dapat segera diwujudkan karena tempat pembuangan akhir sampah dapat  menjadi salah satu contoh  unggulan karena dikelola menjadi PLTS sebagai pusat edukasi yang ramah lingkungan.

Sedangkan jenis sampah yang diolah menjadi sumber energi listrik ini adalah dari berbagai jenis sampah secara keseluruhan. Meskipun untuk menghasilkan sumber daya listrik sebesar itu, kapasitas sampah yang dibutuhkan sebanyak 1.000 ton, sementara rata-rata produksi sampah di Kota Pontianak sekitar 350 ton per hari, namun pemerintah kota Pontianak yakin hal ini bisa diupayakan.

“Kekurangan-kekurangan sampah ini akan ditambah dari sampah hasil olahan sawit dan lainnya,” ucapnya.

Presiden Shanghai Electric, Zhi Qiang Gu, menyatakan, proyek ini akan ditangani Shanghai Electric secara keseluruhan, mulai dari desain, hingga pelaksanaan di lapangan. Perusahaan yang dipimpinnya ini merupakan perusahaan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang membantu mencarikan solusi bagaimana pengelolaan sampah menjadi energi.

“Proyek ini merupakan investasi bersama antara Pemkot dengan perusahaan sehingga dalam pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama, demikian pula pembagian keuntungannya,” jelasnya dalam bahasa Mandarin melalui penerjemahnya. (ds)

 




Loading Facebook Comments ...