Search

Awas Bahaya: Meningkatnya Kasus Difteri, 3 Provinsi Sepakat Lakukan Respon Cepat

Gambar ilustrasi gejala dan tanda tanda penyakit difteri (foto.istimewa)
Gambar ilustrasi gejala dan tanda tanda penyakit difteri (foto.istimewa)

Banten, reportasenews.com – Prov. Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat akan mulai melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization). Langkah ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di Indonesia.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Mohamad Subuh sepakat lakukan ORI dengan 3 kepala Dinas Kesehatan Provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat dimulai pada akhir tahun 2017 ini.

“Saya mengumpulkan tiga provinsi, Banten, DKI Jakarta, dan Jabar untuk melakukan respon cepat terhadap kejadian kasus difteri di Indonesia. Pada saat ini sudah ada 20 provinsi yang melaporkan kasus. Dari 20 provinsi itu bukan satu provinsi semuanya terkena difteri, tapi ada beberapa kabupaten/kota yang melaporkan KLB dan di sebagian Kabupaten/kota tersebut KLB sudah tertangani dengan baik,” kata Subuh usai konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/12).

Sebagai langkah awal, dipilihnya Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat mengingat potensi transmisi penyakit menular masih tinggi. Transmisi yang tinggi itu didorong oleh padatnya jumlah penduduk, jumlah dan tingginya mobilisasi di tiga provinsi tersebut.

Selain itu, ketiga provinsi tersebut memiliki kasus yang banyak dan dilaporkan kelompok usia dewasa juga terkena. Di DKI Jakarta ada 22 kasus dilaporkan.

Di Jawa Barat terdapat 123 kasus dengan 13 kematian yang tersebar di 18 kabupaten/kota. Kasus terbanyak ada di Purwakarta dengan 27 kasus disusul Karawang dengan 14 kasus.

Sementara di Banten terdapat 63 kasus dengan 9 kematian. Sampai sekarang ada 3 orang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, 2 pasien dari Kota Tangerang dan 1 orang dari Depok.

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie

“Walaupun Jatim itu paling banyak kasus difteri, tapi Jatim sudah duluan melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization),” tambah Subuh.

Tingkat penularan difteri, lanjut Subuh, sangat tinggi karena penularan bakteri melalui percikan ludah saat bersin atau batuk, itu sangat mudah menular. Karena itu, dirinya menekankan untuk melakukan ORI, artinya pemberian imunisasi ulang secara massal kepada seluruh wilayah yang terdapat kasus difteri.

“ORI dilakukan 3 putaran. Jarak pemberian putaran pertama dan kedua adalah 1 bulan, sedangkan jarak antara putaran kedua dan ketiga adalah 6 bulan. Putaran pertama dilaksanakan pada 11 Desember 2017, dilanjutkan pada 11 Januari dan 11 Juli 2018,” tegas Subuh.

Untuk saat ini ORI akan dilakukan di 12 kabupaten/kota. ORI di DKI Jakarta akan dilakukan di Jakarta Utara dengan target 512.208 orang dan Jakarta Barat dengan target 722.202 orang.

Sementara di Jawa Barat akan dilakukan di Purwakarta dengan target 310.150 orang, Karawang 713.087 orang, Kota Depok 668.835 orang, Kota Bekasi 836.660 orang, dan Kabupaten Bekasi 1.100.446 orang.

Selain itu, di Banten akan dilakukan di Kota Tangerang dengan target 618.509 orang, Kabupaten Tangerang 1.189.124 orang, Kabupaten Serang 526.270 orang, Kota Serang 238.491 orang, dan Kota Tangerang Selatan 478.594 orang. Imunisasi itu akan diberikan untuk usia 1 sampai kurang dari 19 tahun.

“Seluruh Kepala Dinas Kesehatan menyatakan siap melaksanakan ORI 3 putaran dan kami siapkan logistiknya,” kata Subuh.

Subuh meminta kepada semua warga untuk lindungi diri sendiri dengan memastikan anggota keluarganya telah memiliki status imunisasi lengkap mengingat penyebaran difteri sudah semakin berkembang.(*)




Loading Facebook Comments ...