Search

Ayah Angkat Bunuh Bayi Berusia 4 Tahun  Hanya Karena Sayang Burungnya

Tersangka Ibrahim Taufik saat diciduk di rumahnya, dan bantal yang digunakan untuk menganiaya bayi angkatnya. (foto:das)
Tersangka Ibrahim Taufik saat diciduk di rumahnya, dan bantal yang digunakan untuk menganiaya bayi angkatnya. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Kisah memilukan kembali menimpa anak-anak. Ainun Maya (4), bayi perempuan tewas setelah menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Santo Antonius, Pontianak,Minggu, 5 Agustus 2018.

Bayi ini sungguh malang. Bukan kasih sayang ia dapatkan, justru ia dibunuh oleh ayah angkatnya bernama Ibrahim Taufik alias Taufik Abdul Jaul. Pria kelahiran  Batu Ampar 1988, tega membunuh bayi tak berdosa.

Sehari setelah wafatnya Ainun Maya, Ibrahim Taufik alias Taufik Abdul Jaul, ayah angkatnya langsung ditangkap aparat kepolisian. Setelah menjalani pemeriksaan, pria pengemar burung kicau ini ditetapkan sebagai tersangka.

Cerita berawal, korban tinggal bersama ayah angkat dan ibu angkatnya di Jalan Sungai Durian Laut, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya,  Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pada kamis (2/8) pukul  10.10 WIB, ayah angkatnya bangun dari tidur. Lalu kemudian langsung keluar rumah memasukan burung peliharaan.

Pelaku melihat anak angkatnya itu matanya kelap kelip. Dan kemudian, menyuruh anak angkatnya bangun. Lalu korban  duduklah di tempat tidurnya.

 Sedangkan  pelaku bertanya kepada korban, “kenapa membohongkan ayah?” Akan tetapi, korban hanya diam. Hal itulah membuat ayah angkatnya emosi.  Pelaku spontan marah langsung mengambil bantal guling yang ada di dekat korban dan memukulkannya kearah wajah sebelah kanan.

Akibat dari pukulan bantal guling tersebut, kepala Ainun membentur ke lantai, tetapi bayi itu bangun dan duduk lagi dan kembali ayah angkatnya itu memukul ke arah kiri wajah anak angkatnya.

Akibat pukulan kedua kali, kepala Ainun membentur ke lantai, tetapi lagi-lagi Ainun bangun kembali dan duduk Iagi di lantai. Pelaku memukulkan bantal guling kearah kepala belakang korban. Akibatnya korban terjatuh tersungkur dan kepala bagian depannya mengenai lantai.

Korban kembali bangun dan duduk Iagi dan kemudian pelaku kembali memukulkan bantal guling kearah wajah depan Ainun sehingga jatuh terlentang dan kepala bagian belakang terbentur.

Pelaku mendekati Ainun dan mengangkatnya kemudian membantingnya ke lantai dan kemudian Ainun diinjak bagian perut, dada serta mencekik lehernya seraya mengangkat keatas dan kembali di banting ke lantai.

Dan kembali,  pelaku membanting korban ke lantai dan kepala membentur kayu, tak lama kemudian istri pelaku bernama  Agus Kartina datang, langsung membawa korban yang pingsan ke RS AURI.

Dari RS AURI, Kabupaten Kubu Raya, korban dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak dan dirawat di kamar ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Akhirnya  korban, menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (5/8) pukul 10.00 WIB.

Pada Sabtu (4/8) ayah kandung Ainun Maya membuat laporan polisi ke Polresta Pontianak. Pelaku diamankan anggota unit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Penyidik menjerat ayah angkat almarhumah Ainun Maya (4) Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ainun maya tewas  akibat penganiayaan berat ayah angkatnya.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi,  Didi Haryono, mengutuk keras aksi bejat seorang ayah angkat bunuh bayi berusia 4 tahun.

“Orang seperti ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diproses hukum dengan sanksi hukuman yang seberat-beratnya. Psikologinya, rencanana nanti kita tes seperti apa,” kata Jenderal bintang dua ini.

Motif penganiayaan berat yang diperbuat pelaku kepada anak angkat yakni karena emosi. Laporan polisi sudah ada dari ‎ayah kandung almarhumah Ainun Maya, yakni Yanto yang membuat LP dengan nomor : LP/ 1514 / VIII / RES.1.6 / 2018 / Kalbar / Resta Ptk Kota, tanggal 04 Agustus 2018.

Kasat reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, mengatakan pembunuhan dilakukan ayah angkatnya dan bukan ayah tirinya.

“Pelaku pembunuhan Ainun Maya adalah ayah angkatnya. Motifnya terus didalami, saat ini pelaku telah ditahan,” tegasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...