Search

Azas Keadilan 200 Ribu Guru Honorer di Jateng Dilanggar

Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said menyatakan keprihatinannya terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said menyatakan keprihatinannya terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Semarang, reportasenews.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said menyatakan keprihatinannya terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dinilainya selama ini telah melanggar azas keadilan terhadap nasib para guru honorer atau guru tidak tetap (GTT).

Di Provinsi Jawa Tengah terdapat 200 ribu lebih GTT serta guru sekolah swasta yang nasibnya sangat memprihatinkan. Dimana tingkat kesejahteraannya jauh di bawah standar layak.

“Satu hal yang sangat menyedihkan bagi saya,  nasib para guru honorer yang kesejahteraannya sangat memprihatinkan. Apa yang dialami dua ratus ribu lebih guru honorer dan guru swasta selama ini, berlawanan dengan azas keadilan. Mereka sama-sama mengajar dan mendidik anak-anak kita. Di sisi lain negara memungut pajak dari masyarakat, tapi kok perhatian penerintah terhadap guru honorer ini sangat jauh di belakang. Ini akan menjadi PR (pekerjaan rumah) saya paling depan jika terpilih nanti,” ujar Sidirman Said  dalam acara dialog dan buka puasa bersama dengan ratusan pendukungnya dari lintas asosiasi di Semarang, Minggu (2/6).

Kafit, seorang guru honorer di SDN Kebondowo 3 Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, kepada reportasenews.com menuturkan, setiap bulannya ia hanya menerima honor 250 ribu rupiah.

Ironisnya lagi, honor itu dibayar setiap tiga bulan sekali, bersamaan dengan turunnya dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Sebagai guru kami tetap iklas untuk membagikan ilmu kami kepada anak-anak meskipun honor kami harus dibayar tiga bulan sekali. Jadi kalau nanti ada pemilihan pemimpin, saya hanya berdoa agar mendapat pemimpin yang lebih baik dan yang peduli pada nasib kami sebagai guru honorer,” tutur Kafit dengan mata berkaca-kaca.

Sedikitnya ada 27 asosiasi pendukung cagub nomor 2 yang hadir dalam acara buka puasa bersama Sudirman Said. Asosiasi itu antara lain perwakilan organisasi guru honorer, perwakilan buruh, perwakilan petani, perwakilan organisasi kaum difabel, perwakilan LSM, perwakilan organisasi lingkungan hidup, serta perwakilan bidan.

Di hadapan para pendukungnya, Sudirman Said mengutarakan empat tugas prioritas  bagian dari 22 janji kerja yang akan dilakukan oleh Cagub nomor 2 ini adalah, pertama: cabut kartu tani. Kedua: meningkatkan penghasilan guru honorer dengan menggunakan APBD Proponsi dan dana kabupaten serta dana pendukung lain. Ketiga: melakukan pendampingan terhadap buruh dalam rangka peningkatan kesejahteraannya dengan prinsip berkelanjutan. Keempat: mendukung kemandirian kaum difabel.

Dalam kesempatan tanya jawab, salah seorang pendukung cagub nomor 2 ini mengingatkan, jika mantan Menteri ESDM ini nanti terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah, agar tidak mengecewakan rakyat Jawa Tengah.

“Jika Bapak terpilih jangan kecewakan kami karena kami yang mencari Bapak. Sejak setahun yang lalu kami sudah bekerja untuk perubahan di Jawa Tengah. Kamilah yang selama ini menyuarakan ‘Asal bukan Ganjar’ meskipun dulu kami memilih dan mendukung Ganjar,” kata seorang simpatisan Sudirman Said.

Terkait aspirasi para asosiasi pendukungnya, Sudirman Said menyatakan, yang paling prinsip diperhatikan adalah masalah regulasi, kesejahteraan,  dukungan pemerintah untuk pengembangan profesinya, serta jaminan sebagai warga negara.

“Saya heran pada pemerintah yang sekarang, kenapa hal-hal yang sangat mendasar ini tidak dipenuhi. Pada hal ini kan sesuatu yang tidak sulit-sulit amat untuk dipenuhi,” ujar Sudirman Said.(Tjg)




Loading Facebook Comments ...