Search

Bahan Radioaktif Merembes di Korea Utara Mungkin Terkait Ujicoba Nuklir

Kim Jong Un dan bom Hidrogen terbaru Korut
Kim Jong Un dan bom Hidrogen terbaru Korut

Korea Selatan, reportasenews.com – Pakar nuklir Korea Selatan mengatakan pada hari Jumat bahwa jejak bahan radioaktif terdeteksi di negara tersebut lima hari setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir terbarunya.

Komisi Keamanan Korea Selatan menemukan 0,43 miligram per meter kubik dari isotop xenon tertentu yang hanya ada akibat reaksi nuklir.

Partikel radioaktif ini, yang disebut ‘radionuklida’, ditemukan dalam analisis sampel maritim lokal, darat dan udara yang dikumpulkan setelah Pyongyang meledakkan apa yang dikatakannya sebagai bom hidrogen, demikian kantor berita Yonhap melaporkan.

Pada hari Minggu, Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat sampai saat ini, yang diklaimnya adalah perangkat termonuklir atau “bom hidrogen.” Kemudian diklaim bahwa senjata tersebut dapat dipasang pada rudal balistik antarbenua ( ICBM) yang mampu mencapai daratan AS.

Tes terakhir dilakukan meski ada sanksi oleh Amerika Serikat dan PBB dan seruan internasional agar Pyongyang menghentikan program pengembangan nuklirnya.

Setelah Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley meminta lebih banyak sanksi terhadap Korea Utara, mengatakan pekan lalu bahwa negara Korut tersebut “seperti mengemis untuk maju perang,” Kantor Berita Pusat Korea milik negara tersebut menggambarkan komentarnya sebagai “fit histeris.”

“Pemerintah AS harus membayar harga yang mahal akibat lidahnya,” kata Korut memperingatkan.

Dalam sebuah konferensi pers Gedung Putih pada bulan Agustus, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Korea Utara “berperilaku sangat buruk, dan harus dihentikan,”

Namun diluar kebiasaan kali ini agak menahan diri dalam retorikanya Trump yang selama musim panas sama berapi-api dengan Pyongyang. Trump berkata, “Saya lebih suka tidak memakai jalur militer, tapi itu bisa saja terjadi.”

Dalam sebuah pernyataan, Komisi Keamanan dan Keamanan Nuklir mengatakan bahwa saat ini sedang menganalisis “bagaimana xenon memasuki wilayah Korea Selatan dan akan membuat keputusan di kemudian hari apakah materi tersebut terkait dengan uji coba nuklir Korea Utara.”

Ini juga menekankan bahwa gas tidak berbau dan berwarna itu tidak akan “berdampak pada wilayah atau populasi Korea Selatan.” (Hsg)




Loading Facebook Comments ...